Duka Peternak Sumatera: Hampir 800 Ribu Hewan Ternak Terdampak Banjir dan Longsor

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Seekor sapi milik warga Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo, diduga mati karena diracun. ANTARA/HO-warga Paguyaman

Ilustrasi - Seekor sapi milik warga Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo, diduga mati karena diracun. ANTARA/HO-warga Paguyaman

JAKARTA, Mevin.ID – Sektor peternakan di wilayah Sumatera terpukul hebat akibat rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sebanyak 778.922 ekor hewan ternak terdampak bencana per akhir Desember 2025.

Angka yang cukup fantastis ini mencakup berbagai jenis komoditas, mulai dari sapi, kerbau, kambing, domba, babi, hingga unggas.

Rincian Data Ternak Terdampak

Berdasarkan data resmi Kementan per 31 Desember 2025, sebaran dampak bencana ini terbagi dalam beberapa kategori:

  • Unggas: Menjadi kelompok yang paling banyak terdampak dengan total 622.154 ekor. Sebaran terbesar berada di Aceh (454.543 ekor), diikuti Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
  • Kambing & Domba: Mencapai 113.325 ekor, di mana Aceh mendominasi dengan angka 110.159 ekor.
  • Sapi & Kerbau: Sebanyak 38.393 ekor terdampak, dengan Aceh kembali menjadi wilayah paling terdampak (36.337 ekor).
  • Babi: Tercatat 5.050 ekor terdampak, seluruhnya berada di Sumatera Utara.

Negara Janjikan Program Pemulihan

Wakil Menteri Pertanian (Wamenpan), Sudaryono, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Saat ini, fokus utama adalah melakukan pendataan menyeluruh (identifikasi) untuk menentukan bantuan yang tepat sasaran bagi para peternak.

“Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing. Dari sisi peternakan, kita ada program bantuan setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana,” ujar Sudaryono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Identifikasi ini sangat krusial guna mencegah kerugian ekonomi yang lebih luas serta menjaga stabilitas produksi pangan nasional yang sempat terganggu akibat bencana tersebut.

Fokus Tahap Kedaruratan

Hingga saat ini, Kementan belum merinci secara detail jumlah pasti hewan yang mati, hilang, atau selamat, karena proses verifikasi lapangan oleh petugas teknis di daerah masih berlangsung.

Penyaluran bantuan secara masif baru akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai. Pendataan ini diharapkan menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk menggulirkan program strategis demi memulihkan ekonomi para peternak yang kehilangan aset berharganya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK
Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak
TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO
Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?
Wapres Gibran di Tasikmalaya: Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Pantau Inovasi AI di Pesantren
MK Tegaskan Aturan, Wartawan Tak Bisa Langsung Dituntut Pidana Atas Karya Jurnalistik
Karcis Hilang Kena Denda, Barang Hilang Ogah Tanggung Jawab? YLKI: Itu Pungli!

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:00 WIB

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:06 WIB

Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:00 WIB

TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:26 WIB

Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:40 WIB

Wapres Gibran di Tasikmalaya: Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Pantau Inovasi AI di Pesantren

Berita Terbaru

Ilustrasi bunuh diri. (Envato/LightFieldStudios)

Kolom

Skrining Dini Kesehatan Mental

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:29 WIB