Bandung, Mevin.ID — Program penanganan kerusakan hutan yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat dukungan terbuka dari kalangan hortikultura.
Ketua Asosiasi Produsen Pengedar Benih Hortikultura, Iwan Sutanto, SP menilai langkah pemulihan yang mengombinasikan pohon hutan dan pohon produktif merupakan pendekatan yang tepat—baik secara ekologis maupun ekonomi.

Menurut Iwan, model penanaman campuran mampu menjaga fungsi konservasi hutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
“Ini formula yang sangat baik. Pohon hutan menjaga ekologi, pohon produktif memberi nilai tambah ekonomi. Kedua fungsi ini tidak perlu dipertentangkan, justru harus berjalan beriringan,” ujar Iwan di Bandung, Selasa (2/12).
Ia menilai program tersebut akan menjadi lebih kuat bila melibatkan pemerintahan desa secara langsung.
Apalagi, kata Iwan, desa memiliki fleksibilitas anggaran yang bisa diarahkan untuk pelestarian lingkungan.
“Bagaimana kalau program ini dikerjasamakan dengan desa? Banyak desa sebenarnya bisa menyisihkan anggaran untuk penanaman pohon keras dan pohon buah. Tanaman seperti pete, jengkol, alpukat, atau nangka sudah terbukti bernilai ekonomi dan biasa dimanfaatkan warga desa,” katanya.
Iwan juga menambahkan bahwa keterlibatan desa akan memperkuat rasa memiliki dan memperpanjang keberlanjutan program.
“Jika desa terlibat sejak awal—dari perencanaan, penyediaan bibit, sampai perawatan—maka keberhasilan program pemulihan hutan tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut hingga masa pohon berproduksi,” ujarnya.
Sebagai asosiasi, pihaknya menyatakan siap mendukung kebutuhan benih maupun pendampingan teknis bagi desa yang ingin terlibat dalam program pemulihan hutan Jabar.
Dukungan dari sektor hortikultura ini menambah daftar pihak yang mendorong percepatan penyelamatan kawasan hutan Jabar, setelah sebelumnya pemerintah provinsi menegaskan hanya sekitar 20 persen kawasan hutan yang masih berfungsi baik.
Pemerintah tengah menyiapkan skema pelibatan masyarakat dengan upah harian untuk menanam dan merawat pohon sebagai upaya memulihkan ekosistem dan menekan risiko bencana.***
Penulis : Bar Bernad


























