Dunia di Ambang Resesi: Penutupan Selat Hormuz Picu ‘Kiamat’ Energi dan Ekonomi Global

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Dunia kini menghadapi ancaman resesi ekonomi yang nyata. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel memicu kekhawatiran akan terjadinya guncangan ekonomi yang signifikan dan serentak di berbagai belahan dunia.

Mantan penasihat energi Gedung Putih, Bob McNally, memperingatkan bahwa jika penutupan jalur distribusi BBM vital ini berlangsung lama, resesi global tidak lagi terhindarkan. Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira.

“Resesi global berpotensi terjadi dalam waktu dekat. Indikator VIX index (indeks volatilitas global) sudah melonjak 52 persen sejak awal 2026, menandakan risiko guncangan ekonomi yang sangat besar,” ujar Bhima kepada Mevin.ID, Senin (2/3).

Jalur Nadi yang Tersumbat

Mengapa Selat Hormuz begitu krusial? Jalur sempit ini adalah urat nadi energi dunia. Berdasarkan data tahun 2025, sekitar 14 juta barel minyak per hari atau sepertiga ekspor minyak mentah dunia melewati selat ini.

Selain itu, 20 persen pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) global juga bergantung pada jalur ini.

Berikut adalah dampak fatal jika Selat Hormuz terus diblokade:

  1. Inflasi Impor (Imported Inflation): Lonjakan harga minyak dunia akan bertemu dengan pelemahan nilai tukar mata uang, menciptakan kombinasi mematikan yang menghancurkan daya beli masyarakat.
  2. Ancaman terhadap APBN RI: Sebagai importir BBM, kenaikan harga minyak mentah akan membengkakkan subsidi energi dan membebani APBN Indonesia secara drastis.
  3. Pecahnya Gelembung Pasar: Ketidaksinkronan antara ekonomi riil yang melambat dengan reli saham teknologi berisiko memicu pecahnya market bubble.

Indonesia dalam Pantauan

Pemerintah Indonesia melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tengah menyiapkan sumber minyak alternatif untuk menjaga pasokan dalam negeri.

Namun, tantangan tetap berat mengingat ketergantungan global pada pasokan dari kawasan Teluk.

Bagi Indonesia, dampak ini sudah mulai terasa dengan pembatalan belasan penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali dan melonjaknya harga emas di Pegadaian sebagai aset perlindungan (safe haven) bagi para investor yang mulai panik.

“Pelemahan kurs bertemu dengan naiknya harga minyak dan pangan. Ini adalah peringatan keras bagi ketahanan ekonomi kita,” pungkas Bhima.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen
DK PBB Memanas! AS Bentrok dengan Rusia-China Soal Nuklir Iran
BREAKING NEWS : KPK Gelar OTT di Cilacap, Bupati Syamsul Auliya Rachman Diamankan
Babak Akhir Polemik Ijazah Jokowi: Usai Bertemu Wapres Gibran, Rismon Sianipar Akui Temuannya Keliru
Ujian Kesabaran Jokowi: Rekonsiliasi atau Penegakan Hukum dalam Kasus Rismon Sianipar?
687 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, Termasuk 98 Anak-Anak dan Paramedis
Dunia di Ambang Perang Baru: Rudal Inggris Hantam Bryansk, Rusia Tuduh London Terlibat Langsung
Momen Ramadan, Wapres Gibran Maafkan Rismon Sianipar Terkait Polemik Ijazah Palsu
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:48 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:05 WIB

DK PBB Memanas! AS Bentrok dengan Rusia-China Soal Nuklir Iran

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:57 WIB

BREAKING NEWS : KPK Gelar OTT di Cilacap, Bupati Syamsul Auliya Rachman Diamankan

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:17 WIB

Babak Akhir Polemik Ijazah Jokowi: Usai Bertemu Wapres Gibran, Rismon Sianipar Akui Temuannya Keliru

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:45 WIB

Ujian Kesabaran Jokowi: Rekonsiliasi atau Penegakan Hukum dalam Kasus Rismon Sianipar?

Berita Terbaru