Ekonomi Jabar Tumbuh, Pengangguran Ikut Naik: BI Sebut Ada Anomali

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Aktivitas buruh tekstil di Sukoarjo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./ed/mes/aa.

Ilustrasi - Aktivitas buruh tekstil di Sukoarjo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./ed/mes/aa.

Bandung, Mevin.ID — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat menyoroti adanya “anomali” dalam perekonomian Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja, bahkan kemiskinan ikut meningkat.

Pada kuartal III 2025, ekonomi Jawa Barat tercatat tumbuh 5,20 persen (yoy). Namun tingkat pengangguran terbuka melonjak menjadi 6,77 persen atau setara 1,78 juta orang per Agustus 2025.

Kepala BI Jawa Barat Muhammad Nur menjelaskan, tekanan pada sektor tekstil dan produk tekstil menjadi penyebab utama naiknya angka pengangguran seiring maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Tekstil itu padat karya. Begitu sektor ini terpukul, dampaknya langsung ke pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya di Bandung, Senin (10/11/2025).

BI menilai Jawa Barat terlalu bergantung pada industri padat karya tersebut. Diversifikasi ekonomi dinilai mendesak, terutama pada sektor yang mampu menyerap tenaga kerja seperti UMKM, pertanian, dan perkebunan.

“Produk UMKM Indonesia diminati banyak negara. Ini bisa jadi penopang baru pembukaan lapangan kerja,” kata Nur.

Selain memperkuat UMKM, BI mendorong peningkatan kualitas pelatihan vokasi. Kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus tumbuh disebut menjadi peluang penting bagi lulusan SMK dan lembaga vokasi.

Sementara itu, Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengakui sektor tekstil masih terseok akibat persaingan impor. Namun ia optimistis perbaikan akan terjadi melalui kebijakan pemerintah pusat yang memperkuat perlindungan industri dalam negeri.

Pemprov Jabar kini memacu investasi sektor baru seperti kendaraan listrik dan pengembangan kawasan pesisir. Penurunan angka kemiskinan menjadi target hingga 6,75 persen pada akhir 2025.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga
Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”
Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko
1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi
Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton
Majalengka, Dapur Bibit Nasional yang Menopang Mimpi Besar Indonesia Hijau
Jejak Luka di Batang Toru: Menteri LH Hentikan Operasi 3 Perusahaan di Hulu DAS, Termasuk BUMN
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Usulan Penghapusan Pajak BUMN dari Rosan Roeslani

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:27 WIB

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:39 WIB

Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:16 WIB

1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi

Senin, 8 Desember 2025 - 08:42 WIB

Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton

Berita Terbaru

Berita

Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan

Selasa, 16 Des 2025 - 07:55 WIB