Eksoskeleton, Temuan Terbaru BRIN untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke, Simak Lebih Jelasnya di Sini

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berupaya menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern melalui inovasi teknologi. Salah satu terobosan terbaru adalah pengembangan alat kesehatan berupa eksoskeleton lengan atas yang dirancang khusus untuk membantu proses rehabilitasi pasien pasca-stroke.

Inovasi ini dikembangkan oleh peneliti Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Aditya Sukma Nugraha. Alat ini memanfaatkan teknologi mekatronika cerdas, sistem kontrol adaptif, dan sensor terintegrasi untuk mendukung pemulihan fungsi motorik penggunanya secara lebih efektif dan aman.

“Dengan memanfaatkan teknologi mekatronika cerdas, sistem kontrol adaptif, serta sensor yang terintegrasi, eksoskeleton ini diharapkan mampu mendukung proses rehabilitasi secara lebih efektif dan aman,” jelas Aditya saat menerima kunjungan edukasi mahasiswa di BRIN Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun Bandung, Rabu (7/1/2026).

Pengembangan eksoskeleton ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperhatikan kenyamanan, keselamatan, dan kebermanfaatan langsung bagi pasien. Aditya menekankan bahwa inovasi perangkat medis berbasis sistem dinamika kompleks dan monitoring terintegrasi merupakan langkah strategis.

Dalam paparannya, Aditya mengungkap empat pilar kunci pengembangan sistem modern seperti eksoskeleton ini: sistem dinamika kompleks, sistem kontrol, sensor dan aktuator, serta penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Tantangan utama terletak pada karakteristik sistem yang non-linear dan dipengaruhi banyak variabel serta gangguan eksternal, sehingga memerlukan pendekatan kontrol yang sangat adaptif dan canggih.

“Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor gesekan, saturasi aktuator, hingga adanya dead zone, sehingga memerlukan pendekatan pemodelan dan strategi kontrol yang lebih adaptif dan canggih,” jelasnya.

Pengembangan alat rehabilitasi berbasis teknologi tinggi ini merupakan wujud komitmen BRIN dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Diharapkan, inovasi seperti eksoskeleton lengan atas dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan teknologi kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup penyintas stroke di Indonesia.***

Facebook Comments Box

Editor : Atep K

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Unik! Di Majalengka, Ikan Lele Disulap Jadi Dessert hingga Minuman Segar Tanpa Bau Amis
Gunung Pantun Stone: “Surga Tersembunyi” Hanya 10 Menit dari Pusat Kota Majalengka yang Butuh Sentuhan Ekstra
Menanam Budaya Kopi yang Kuat di Kalangan Anak Muda Bandung
Indonesia Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Bahaya Nira Mentah dan Bekas Gigitan Kelelawar
Jasinga “Rafting” Tanpa Pelampung: Saat Nyali Bertemu Kearifan Arus
Curug Bugbrug Cisarua Ditutup, Menyertai Duka Bencana Pasirlangu
Krisis Populasi Pria, Wanita di Latvia Kini Tren ‘Sewa Suami’ untuk Urusan Rumah Tangga
Belajar dari Aurelie & Kim Sae-ron: Membedakan Kasih Sayang dan Jeratan Child Grooming

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 12:11 WIB

Unik! Di Majalengka, Ikan Lele Disulap Jadi Dessert hingga Minuman Segar Tanpa Bau Amis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:31 WIB

Gunung Pantun Stone: “Surga Tersembunyi” Hanya 10 Menit dari Pusat Kota Majalengka yang Butuh Sentuhan Ekstra

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:30 WIB

Menanam Budaya Kopi yang Kuat di Kalangan Anak Muda Bandung

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:55 WIB

Indonesia Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Bahaya Nira Mentah dan Bekas Gigitan Kelelawar

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:32 WIB

Jasinga “Rafting” Tanpa Pelampung: Saat Nyali Bertemu Kearifan Arus

Berita Terbaru