Bekasi, Mevin.ID – Pro kontra gas elpiji kosong masih berlanjut di Bekasi, Kang Mamat menunjukkan bahwa sejak kemarin, dia masak air untuk jualan kopi pakai rice cooker dengan bahan bakar listrik.
“Ini bener apa adanya dan bukan hoax,” kata Kang Mamat, Selasa (4/2/2024) siang ini.
Kang Mamat (40) Memiliki warung kopi di Jalan Raya Chairil Anwar, tepatnya di depan Kampus Bani Saleh, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Sebagaimana diberitakan bahwa para pedagang mie instan masak dan gorengan seperti tahu goreng, ubi goreng, tempe goreng di Kota Bekasi asal Kuningan, Jawa Barat, menjerit dan tidak bisa jualan mie instan masak dan gorengan.
Baca Juga :
Masyarakat Wajib Gunakan KTP untuk Beli LPG 3 Kg di Sub-Pangkalan
Pertamina Optimalkan Distribusi LPG 3 Kg dengan Sistem MAP untuk Kendali Lebih Baik
Karena sejak hari Senin tanggal 3 Februari 2025 kemarin, mengalami kesulitan ketika mau beli gas Elpiji 3 kg di warung agent tempat biasanya membeli.
“Punten Kang tidak ada gorengan, karena gas elpiji 3 kg nya, sejak kemarin kosong di warung. Sehingga kami tidak bisa jualan gorengan dan hanya bisa jualan kopi saja,”ungkap Kang Mamat dengan nada sedih, hari Selasa tanggal 4 Februari 2025, siang ini.
Dengan rasa sedih Kang Mamat juga berharap agar, perubahan sistem distribusi gas elpiji 3 kg, tidak menyusahkan rakyat kecil.
“Sebagai rakyat kecil, saya memohon kepada Presiden Prabowo agar segera turun tangan, agar gas elpiji 3 kg di warung-warung atau di pasaran segera ada dan tidak kosong seperti sekarang ini. Saya sebagai pedagang gorengan dan mie instan rebus, agar segera bisa kembali berjualan”, kata Mamat.
“Kasihan Bapak Presiden anak istri kami di kampung, nungguin suaminya berjualan di Bekasi dan gara-gara gas elpiji 3 kg kosong, warungnya sepi, “ungkap Kang Mamat yang kini memiliki satu istri dan dua anak, yang saat ini tinggal di Kampung Kabupaten Kuningan Jawa Barat. (*)
Penulis : Pratigto


























