Bandung, Mevin.ID – Operasi pencarian korban tanah longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, sudah memasuki hari keempat (Senin, 8/12/2025).
Tiga korban yang tertimbun longsoran sejak Jumat (5/12/2025)—Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (13)—masih belum ditemukan.
Proses pencarian terus menghadapi kendala berat, puncaknya ketika alat berat utama yang digunakan untuk evakuasi justru ikut bermasalah.
Beko Amblas, PUPR Kabupaten Bandung Turun Tangan!
Upaya pencarian korban terpaksa dihentikan sementara setelah satu unit Beko (alat berat) yang beroperasi di lokasi amblas ke dalam timbunan material longsor yang labil.
Saat ini, fokus tim SAR gabungan bergeser sementara ke upaya evakuasi alat berat tersebut. Kabar baiknya, Dinas PUPR Kabupaten Bandung telah mengonfirmasi keterlibatannya.
Pihak Dinas PUPR Kabupaten Bandung dikabarkan sedang mengupayakan mendatangkan beko tambahan langsung dari kantor dinas untuk menarik beko yang amblas agar operasi pencarian dapat segera dilanjutkan.
Distribusi Bantuan Belum Merata, Posko Desa Baru Aktif Hari Ini
Di sisi lain, penanganan logistik untuk para pengungsi dan relawan juga menjadi sorotan. Dilaporkan bahwa pembagian bantuan bagi warga terdampak belum merata karena kondisi yang masih sangat darurat.
Keterlambatan ini diperparah dengan baru aktifnya posko bantuan utama di tingkat desa.
“Pembagian bantuan belum merata, karena masih darurat. Hari ini posko desa baru aktif,” kata salah satu relawan di lokasi, yang mengindikasikan bahwa sistem distribusi logistik baru mulai tertata.
Ancaman Longsor Susulan dan Kritik Relawan
Iwan dari relawan Pepeling kembali mengingatkan bahwa kondisi di wilayah puncak longsor masih mengkhawatirkan. Sembilan rumah di sana terancam longsor susulan karena terlihat adanya retakan tanah.
Iwan juga menyayangkan kunjungan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang dianggap tidak melibatkan warga dan relawan dalam diskusi mengenai penanganan darurat dan solusi bagi ancaman longsor lanjutan di sembilan rumah tersebut.***
Penulis : Dadang Utun
Editor : Bar Bernad

























