Ethiopia Laporkan Wabah Pertama Virus Marburg, WHO Puji Respons Cepat Negeri Tanduk Afrika

- Redaksi

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Ethiopia konfirmasi wabah virus pertama Marburg usai temuan 9 kasus. (NIAID melalui Wikimedia Commons)

Ilustrasi. Ethiopia konfirmasi wabah virus pertama Marburg usai temuan 9 kasus. (NIAID melalui Wikimedia Commons)

Ethiopia, Mevin.ID – Ethiopia mengonfirmasi kejadian luar biasa (KLB) pertama virus Marburg setelah sembilan kasus ditemukan di wilayah Omo, kawasan selatan yang berbatasan langsung dengan Sudan Selatan.

Laporan ini menjadi peringatan serius, mengingat daerah tersebut memiliki akses kesehatan terbatas dan risiko penularan lintas-batas yang tinggi.

Direktur Jenderal CDC Afrika, Jean Kaseya, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa dianggap remeh. “Sudan Selatan tidak jauh, dan sistem kesehatannya rapuh,” ujarnya, menyoroti potensi penyebaran regional jika respons tidak ditangani dengan cepat.

Ancaman Virus Langka yang Mematikan

Marburg—virus yang berasal dari kelelawar buah Mesir—menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi. CDC mengategorikannya sebagai demam berdarah yang “langka namun sangat mematikan”.

Gejala yang muncul dapat berupa demam tinggi, ruam, hingga pendarahan hebat. Hingga kini belum ada vaksin maupun obat spesifik untuk Marburg; perawatan medis hanya bertumpu pada terapi suportif seperti hidrasi dan pemantauan intensif.

Sejauh ini, Ethiopia menjadi satu-satunya negara Afrika yang melaporkan kasus Marburg dalam beberapa pekan terakhir.

Respons Cepat Mendapat Apresiasi WHO

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memuji langkah cepat Kementerian Kesehatan Ethiopia. Menurutnya, keterbukaan informasi dan kecepatan respons menjadi kunci mencegah wabah ini menyebar lebih jauh.

“Ini menunjukkan keseriusan komitmen Ethiopia untuk segera mengendalikan wabah,” tulis Tedros melalui unggahan media sosial.

WHO menyatakan tengah memberikan dukungan teknis, memantau kemungkinan penyebaran ke negara tetangga, dan membantu penanganan pasien terinfeksi.

Upaya Pengendalian di Lapangan

Kementerian Kesehatan Ethiopia melaporkan bahwa pemeriksaan aktif di komunitas telah dilakukan. Pasien yang terinfeksi telah diisolasi dan tengah menjalani perawatan.

Pemerintah mengimbau warga untuk tetap tenang, mengikuti arahan otoritas kesehatan, serta segera memeriksakan diri bila mengalami gejala yang mencurigakan.

Wabah pertama ini menjadi alarm awal: bahwa dalam dunia pascapandemi, negara-negara dengan infrastruktur kesehatan terbatas masih berhadapan dengan ancaman penyakit mematikan yang bisa muncul kapan saja.

Ethiopia kini berlomba dengan waktu untuk memastikan sembilan kasus pertama ini tidak berkembang menjadi tragedi lebih besar.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan
Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan
Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda
Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa
Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban
14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif
Perusahaan Biang Banjir Sumatera Dipetakan, Terancam Pidana dan Ganti Rugi
AS Perketat Akses Masuk, Riwayat Media Sosial Jadi Alat Penyaringan Digital

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:05 WIB

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan

Senin, 15 Desember 2025 - 21:21 WIB

Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda

Senin, 15 Desember 2025 - 20:19 WIB

Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa

Senin, 15 Desember 2025 - 18:49 WIB

Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban

Senin, 15 Desember 2025 - 18:42 WIB

14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif

Berita Terbaru