Fakta Baru Kasus Nizam: KPAI Ungkap Ayah Kandung Diduga Terlibat Penyiksaan hingga Tewas

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, Senin (2/3/2026).

i

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, Senin (2/3/2026).

JAKARTA, Mevin.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkap fakta mengejutkan terkait kasus tewasnya Nizam Safei (12), bocah asal Sukabumi yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Berdasarkan temuan terbaru, kekerasan tidak hanya dilakukan oleh ibu tiri, melainkan juga melibatkan ayah kandung korban.

Temuan ini disampaikan langsung oleh Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI, Senin (2/3/2026).

KPAI: Ayah Terlibat Kekerasan

Diyah menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh setelah tim KPAI melakukan kunjungan lapangan dan bertemu dengan pihak keluarga serta tetangga korban.

“Nah, kemudian kami bertemu dengan keluarga dan juga bertemu dengan tetangga, kami mendapatkan informasi bahwa yang melakukan kekerasan tidak hanya ibu, tetapi ayah,” ujar Diyah.

Sebelumnya, fokus penyidikan lebih banyak tertuju pada ibu tiri korban, TR (46). Dengan adanya fakta baru ini, KPAI menegaskan bahwa kasus ini merupakan tindakan keji yang dilakukan oleh kedua orang tua korban.

Dorong Pasal Pembunuhan Berencana

Lebih lanjut, KPAI mengategorikan kasus memilukan ini sebagai filisida—tindakan membunuh anak sendiri oleh orang tuanya.

Akibat tindakan keji yang dilakukan secara akumulatif dan terencana ini, KPAI mendorong aparat penegak hukum untuk mengenakan pasal berlapis.

“Kami akan menambahkan tuntutan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” tegasnya.

KPAI meminta aparat penegak hukum untuk mendalami dugaan keterlibatan aktif kedua orang tua dalam rangkaian penyiksaan yang menyebabkan Nizam meninggal dunia pada 19 Februari 2026 lalu, demi menjamin keadilan bagi korban.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang
Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak
Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu
Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar
Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:44 WIB

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:00 WIB

Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:46 WIB

Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:25 WIB

Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:53 WIB

Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar

Berita Terbaru