Cilacap, Mevin.ID – Kabar duka datang dari Cilacap. Randika Alzatria Syaputra (28), pemuda perantau yang disebut-sebut meninggal karena kelaparan, viral di media sosial setelah jasadnya ditemukan terbujur kaku di teras sebuah rumah kosong di Desa/Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap.
Informasi beredar secara liar: ia disebut meninggal akibat tak makan, hidup sebatang kara, merantau tanpa bekal. Namun, polisi memastikan penyebab kematian Randika bukan karena kelaparan seperti narasi yang beredar.
“Hasil pemeriksaan rumah sakit, korban meninggal karena sakit. Korban merupakan musafir yang hidupnya berpindah-pindah,”
— Ipda Galih Soecahyo, Kasi Humas Polresta Cilacap
Ditemukan di Belakang Masjid
Sehari sebelum ditemukan meninggal Jumat (17/10), Randika sempat beristirahat di masjid sekitar pukul 08.00 WIB. Sore harinya, ia pindah ke teras rumah kosong di belakang masjid untuk tidur.
Keesokan paginya, marbut masjid yang tengah membersihkan area mendapati Randika tidur miring ke kanan dan tak lagi bernapas. Polisi dan tim medis Puskesmas langsung tiba di lokasi dan membawa jasad korban ke RSUD Cilacap.
Buku Catatan Perjalanan Musafir
Yang membuat kisah Randika menyentuh hati adalah buku kecil yang ia bawa. Di dalamnya tertulis identitas lengkap, nama orang tua, hingga pesan sederhana namun pilu: bila kelak ia meninggal, ia ingin jasadnya dibawa ke Palembang, ke rumah nenek.
Buku itu juga berjudul “Catatan Perjalanan Musafir”, mengisyaratkan bahwa ia telah lama hidup mengembara, berpindah dari satu kota ke kota lain.
Kisah Viral Kedua
Nama Randika bukan kali ini saja mencuat. Pada 2023, ia pernah menyerahkan diri ke Polres Lubuklinggau dan mengaku mencuri motor. Setelah diperiksa, ia ternyata tak melakukan pencurian—hanya seorang pemuda kebingungan yang akhirnya ditangani Dinas Sosial sebagai orang telantar.
Pihak kepolisian menyampaikan, berdasarkan identifikasi sidik jari, alamat Randika ternyata berbeda dengan yang tertulis di buku catatannya. Ia tercatat sebagai warga Cileungsi, Bogor, bukan Musirawas maupun Palembang. Perjalanan hidupnya penuh misteri.
Realita Sunyi Seorang Musafir
Randika mungkin hanya satu nama di antara ribuan perantau yang mencoba bertahan hidup di negeri sendiri. Namun kisahnya mengingatkan kita bahwa:
- Tidak semua orang punya tempat pulang yang jelas
- Tidak semua masalah hidup terlihat dari luar
- Sebagian orang hanya ingin didengar sebelum terlambat
Ia mengakhiri perjalanan hidupnya di tempat asing—dan justru di sanalah ia ditemukan dan diperhatikan oleh publik luas.
Semoga keinginan terakhir dalam catatannya bisa terwujud. Selamat jalan Randika.***


























