INDRAMAYU, Mevin.ID – Warga di wilayah Kabupaten Indramayu dan Majalengka dikejutkan dengan perubahan suhu udara yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari terakhir.
Fenomena ini terbilang unik, mengingat Indramayu merupakan wilayah pesisir yang biasanya identik dengan cuaca panas menyengat.
Suhu dingin ini tidak hanya menyerang pada malam hari, tetapi juga dirasakan warga saat matahari berada di puncaknya pada siang hari.
“Siang Pun Dingin, Tidur Pakai Kaus Kaki”
Niken Rimala (34), warga Desa Pabean Udik, Indramayu, mengaku perubahan suhu ini cukup signifikan hingga memaksa dirinya merubah kebiasaan tidur.
“Betul dingin, siang juga dingin. Apalagi malam hari, saya sekarang tidur sampai pakai kaus kaki,” ujar Niken saat ditemui di Jalan Jendral Sudirman, Kamis (15/1/2026).
Keluhan senada juga datang dari warga Kecamatan Ligung, Majalengka. Udara dingin yang menusuk mulai terasa sejak pukul 22.00 WIB hingga pagi hari, disertai dengan hembusan angin yang lebih kencang dari biasanya.
Penjelasan BMKG: Efek “Selimut Awan”
Menanggapi keresahan warga, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kertajati memberikan penjelasan teknis. Menurut Prakirawan BMKG, Dyan Anggrainy, fenomena ini adalah hal normal yang terjadi di puncak musim hujan.
Penyebab utama suhu dingin di siang hari:
- Tutupan Awan Tebal: Langit yang tertutup awan tebal menghalangi sinar matahari mencapai permukaan bumi (pemanasan tidak maksimal).
- Proses Penguapan Terhambat: Karena panas matahari tidak sampai, uap air berkumpul di dekat permukaan bumi, yang kemudian memicu munculnya kabut di malam hingga pagi hari.
Prakiraan Suhu Terendah Mencapai 18°C
Berdasarkan data stasiun pengamatan di Jatiwangi, Majalengka, suhu minimum berada di angka 22,4°C. Namun, BMKG memprakirakan suhu bisa merosot lebih jauh.
“Suhu udara terendah berpotensi mencapai 18 derajat Celsius di wilayah Majalengka dan Sumedang pada periode 16-17 Januari 2026,” jelas Dyan.
Fenomena “siang dingin” ini diprediksi masih akan bertahan hingga akhir Januari 2026.
Selain suhu rendah, potensi hujan dengan intensitas beragam juga masih membayangi wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), Sumedang, hingga Pangandaran.
Tips Menghadapi Cuaca Dingin bagi Warga Pesisir:
- Gunakan Pakaian Tebal: Jangan ragu menggunakan jaket atau kaus kaki, terutama saat berkendara di siang hari yang berangin.
- Jaga Hidrasi: Meski tidak terasa haus karena udara dingin, tubuh tetap membutuhkan asupan air yang cukup.
- Konsumsi Vitamin: Cuaca dingin yang lembap memicu penyebaran virus flu; pastikan daya tahan tubuh tetap terjaga.***
Editor : Bar Bernad

























