Fenomena Sinkhole di Sawah Sumbar: Ahli Geologi Sebut Akibat Runtuhnya Atap Sungai Bawah Tanah

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomen sinkhole di tengah sawah di Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. Foto: Dok. Istimewa

Fenomen sinkhole di tengah sawah di Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. Foto: Dok. Istimewa

LIMA PULUH KOTA, Mevin.ID – Warga Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dihebohkan dengan munculnya lubang misterius atau sinkhole di tengah area persawahan di Jorong Tepi.

Lubang raksasa yang berisi air tersebut kini telah dipasang garis polisi guna menghindari bahaya bagi warga yang datang berkerumun.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Dian Hadiyansyah, memberikan penjelasan terkait penyebab munculnya lubang tersebut dari kacamata geologi.

 

View this post on Instagram

 

Penyebab: Karakteristik Batuan Karst

Menurut Dian, kondisi geologi di wilayah Situjuh Batuah tersusun dari batuan gunung api dan perbukitan karst (batu kapur). Batuan karst memiliki sifat yang unik karena memiliki sistem sungai bawah tanah.

“Terjadinya sinkhole atau amblasan ini diakibatkan rekahan batu gamping yang larut karena air, sehingga atap sungai bawah tanah runtuh. Ketika atap tersebut runtuh, terbentuklah lubang di permukaan,” jelas Dian, Minggu (4/1/2026).

Imbauan Keamanan bagi Warga

IAGI Sumbar mengimbau keras agar warga tidak mendekati area lubang tersebut. Hal ini dikarenakan belum adanya kepastian apakah diameter lubang akan tetap atau justru semakin meluas seiring waktu.

“Untuk jangka pendek, harus ada batas pengaman. Untuk jangka panjang, jika daerah ini memang kawasan karst, perlu dilakukan pemetaan sungai bawah tanah untuk memastikan tidak ada rongga yang melewati pemukiman penduduk,” tambahnya.

Langkah Selanjutnya bagi Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM untuk melakukan investigasi menyeluruh menggunakan peralatan geofisika. Langkah ini krusial untuk:

  • Memetakan potensi amblasan di titik lain.
  • Memberikan jaminan keamanan bagi rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi.
  • Menentukan mitigasi jangka panjang bagi sektor pertanian terdampak.

Fenomena alam ini mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap karakteristik lahan di sekitar kita.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm
Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’
‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan
Waspada! Bandung dan Jabar Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan
Cekungan Bandung Terancam “Hancur”, Pakar: Dari Hutan Alami Jadi Kebun Sayur, Kini Menanti Krisis Air
Polemik Sampah Bandung: DLH Uji Emisi 15 Insinerator di Tengah Larangan Menteri LH
Badai PHK Hantam Bandung Barat: Digitalisasi dan Efisiensi Teknologi Jadi Pemicu Utama
KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT, Jadi Operasi Ketiga di Awal 2026

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:18 WIB

Melawan Arus Demi Sesuap Nasi: Kisah Viral Penjual Tahu Bulat Terjang Banjir 50 Cm

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:30 WIB

Insinerator Dilarang, Pemkot Bandung akan Rekrut 1.000 Petugas ‘Gaslah’

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:00 WIB

‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:45 WIB

Waspada! Bandung dan Jabar Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:38 WIB

Cekungan Bandung Terancam “Hancur”, Pakar: Dari Hutan Alami Jadi Kebun Sayur, Kini Menanti Krisis Air

Berita Terbaru

Ilustrasi bunuh diri. (Envato/LightFieldStudios)

Kolom

Skrining Dini Kesehatan Mental

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:29 WIB