FK3I Siap Tempuh Jalur Hukum, Nilai Pemkot Bandung Abai Selamatkan Ratusan Satwa Bandung Zoo

- Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seekor bayi orangutan jantan Kalimantan menjadi penghuni baru Kebun Binatang Bandung (Foto: Bandung Zoo)

Seekor bayi orangutan jantan Kalimantan menjadi penghuni baru Kebun Binatang Bandung (Foto: Bandung Zoo)

Bandung, Mevin.ID — Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Pusat menyoroti keras sikap Pemerintah Kota Bandung yang dinilai abai terhadap keselamatan ratusan satwa di Bandung Zoo yang terancam kelaparan hingga mati di tengah konflik pengelolaan.

Koordinator FK3I Pusat, Dedi Kurniawan, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum terhadap dugaan pembiaran yang dilakukan unsur legislatif dan eksekutif Pemkot Bandung.

“Ini bukan lagi soal konflik dua yayasan. Ini soal 711 satwa milik negara yang terancam kelaparan dan kematian, sementara pemerintah justru sibuk mengurus konflik manusia,” kata Dedi, Sabtu (14/12).

Janji Pakan Tak Pernah Terealisasi

Dedi mengungkapkan, sejak Bandung Zoo disegel sekitar empat bulan lalu, Wali Kota Bandung sempat menyatakan bahwa kebutuhan pakan satwa akan dibantu melalui jaringan lembaga, termasuk PKBSI. Namun hingga kini, janji tersebut dinilai tidak pernah terealisasi.

“Tidak ada dana pribadi, APBD, maupun bantuan jaringan yang benar-benar turun. Ini fakta lapangan,” tegasnya.

Menurut Dedi, sikap tersebut menunjukkan bahwa Pemkot lebih fokus pada persoalan administratif dan konflik yayasan, ketimbang keselamatan satwa yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Legislatif Dinilai Ikut Lalai

Tak hanya eksekutif, FK3I juga menyoroti peran legislatif Kota Bandung yang dianggap tidak menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

“Empat bulan kerja wali kota dan jajaran, tapi tidak ada teguran serius, tidak ada langkah korektif nyata dari DPRD. Ini bentuk kelalaian bersama,” ujar Dedi.

Indikasi Perebutan Pengelolaan

FK3I juga mencurigai adanya kepentingan tertentu di balik konflik yang berkepanjangan. Dedi menyinggung peristiwa saat segel Bandung Zoo sempat dibuka oleh aparat kepolisian, namun kembali ditutup dengan pemasangan seng oleh pihak Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

“Indikasi adanya pihak yang menginginkan pengelolaan semakin jelas dan kasat mata,” katanya.

Satwa Bukan Milik Pengelola, Tapi Negara

Dedi menegaskan, FK3I tidak berpihak pada salah satu yayasan pengelola. Namun ia menekankan, siapapun pengelolanya harus sah secara hukum dan mengedepankan prinsip konservasi, bukan bisnis.

“Satwa itu bukan milik yayasan, mereka hanya dititipkan. Satwa tetap milik negara dan tidak bisa dipindahkan sembarangan tanpa izin,” ujarnya.

Ancaman Gugatan dan Opini Publik

FK3I bersama seniman dan karyawan Bandung Zoo saat ini melakukan penggalangan dana secara mandiri, termasuk melalui aksi ngamen, sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib satwa.

Namun Dedi menegaskan, langkah tersebut tidak akan menghentikan upaya hukum.

“Kami siap membangun opini publik dan mendorong masyarakat menggunakan haknya menggugat pemerintah atas kinerja yang menyalahi aturan,” tegasnya.

FK3I mendesak Pemkot Bandung segera bertindak cepat dan konkret, mengingat secara prinsipil satwa seharusnya hidup di alam bebas dan bukan menjadi korban konflik administratif.

“Jangan tunggu sampai ada satwa mati. Itu baru kejahatan ekologis,” pungkas Dedi.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pergerakan Tanah di Bantarujeg Majalengka: Satu Rumah Ambruk, Warga Was-was
Tragis! Pasutri di Lembang Tewas Tertimbun Longsor Saat Terlelap
Perumahan Nebraska Bekasi Terendam 2 Meter, Menteri PU Janjikan Solusi Permanen Pelebaran Sungai CBL
Dilema Hukum: Lindungi Istri dari Jambret, Suami di Sleman Malah Jadi Tersangka
Banjir Bandang Kembali Terjang Kawasan Wisata Guci: 3 Jembatan Putus, Akses Lumpuh Total
Update Longsor Cisarua: 111 Warga Hilang Tertimbun, Delapan Jenazah Ditemukan
Tinjau Longsor Cisarua, Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Hutan Jadi Kebun Sayur
Kesaksian Mencekam Ai Siti Jubaedah: Longsor Cisarua Terdengar Seperti Ledakan Bom

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:00 WIB

Pergerakan Tanah di Bantarujeg Majalengka: Satu Rumah Ambruk, Warga Was-was

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:40 WIB

Tragis! Pasutri di Lembang Tewas Tertimbun Longsor Saat Terlelap

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:10 WIB

Perumahan Nebraska Bekasi Terendam 2 Meter, Menteri PU Janjikan Solusi Permanen Pelebaran Sungai CBL

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:52 WIB

Dilema Hukum: Lindungi Istri dari Jambret, Suami di Sleman Malah Jadi Tersangka

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:17 WIB

Banjir Bandang Kembali Terjang Kawasan Wisata Guci: 3 Jembatan Putus, Akses Lumpuh Total

Berita Terbaru