MAJALENGKA, Mevin.ID – Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, MM., memberikan rapor merah-hijau terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Meski baru berjalan 10 bulan, evaluasi mendalam telah dilakukan untuk memastikan pelayanan publik berjalan maksimal.
Dalam Rapat Pimpinan di Gedung Yudha, Senin (5/1/2026), Bupati menekankan pentingnya evaluasi mandiri bagi setiap perangkat daerah.
“ASN harus bertanya pada diri sendiri, apakah kinerja kita sudah maksimal atau belum. Ini adalah motivasi agar jajaran pemerintah terus berbenah,” ujar Eman Suherman.
Prestasi Berbasis Data: Majalengka Unggul di Jawa Barat
Bupati Eman menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh ASN atas capaian pembangunan yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Majalengka mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan:
- IPM Tertinggi: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Majalengka menjadi yang tertinggi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).
- Pengangguran Terendah: Tingkat pengangguran di Majalengka tercatat sebagai yang terendah di Jawa Barat.
- Indikator Positif: Angka kemiskinan menurun, laju pertumbuhan ekonomi tinggi, serta angka harapan hidup dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mengalami peningkatan.
“Ini prestasi luar biasa dan penilaiannya berdasarkan data objektif BPS, bukan sekadar klaim sepihak,” tegas Bupati.
Keseimbangan Sosial dan Syiar Islam
Selain fokus pada angka ekonomi, kepemimpinan Eman Suherman tetap mengedepankan visi religius melalui program unggulan seperti Geber Berkah Jumat, Shubuh Akbar, dan Dhuha Berjamaah.
Bupati meminta para Camat untuk lebih mengintensifkan Shubuh Akbar sebagai identitas daerah guna memperkuat hubungan emosional antarumat dan membangun jiwa sosial yang lebih baik (langkung sae).
Fokus 2026: “Jemput Bola” Anggaran Infrastruktur
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemkab Majalengka akan melakukan kick-off penyusunan anggaran 2027 dengan fokus utama pada sektor infrastruktur jalan. Langkah ini selaras dengan program prioritas Gubernur Jawa Barat.
Bupati mengakui tantangan besar pada ketersediaan anggaran daerah. Dari kebutuhan yang ada, APBD hanya mampu mengalokasikan sekitar Rp34 miliar untuk jalan, sehingga banyak ruas yang belum tertangani.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Majalengka bergerak aktif melobi pemerintah pusat.
Sejumlah proyek strategis yang akan segera dikerjakan melalui dukungan pusat di antaranya:
- DAK Rp12 Miliar: Untuk pembangunan jalan ruas Sadarehe – Desa Payung.
- Inpres Jalan Daerah (IJD) Rp10,3 Miliar: Untuk ruas jalan Gandawesi – Beber.
- Anggaran Rp21 Miliar: Untuk pembangunan jalan Bantarwaru – Sumberjaya (proses lelang selesai).
“Kami terus meminta dukungan pemerintah pusat. Jika hanya mengandalkan APBD yang saat ini sangat tertekan, tidak mungkin kita bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Majalengka,” pungkas Eman.***
Penulis : Ahmad Hudri Harisman
Editor : Salman Faqih


























