Garuda Indonesia Disorot usai Penumpang Kehilangan iPhone di Penerbangan Jakarta–Melbourne

- Redaksi

Jumat, 13 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (09/10/2024).

i

Pesawat Garuda Indonesia di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (09/10/2024).

Jakarta, Mevin.ID — Maskapai Garuda Indonesia tengah menggelar investigasi menyusul laporan kehilangan iPhone milik penumpang dalam penerbangan GA716 rute Jakarta-Melbourne pada Jumat (6/6). Kasus ini menjadi sorotan publik setelah penumpang bernama Michael Tjendara mengungkapkan kejadian tersebut melalui video di media sosial.

Michael mengaku iPhone miliknya hilang setelah ia meletakkannya di kantong kursi selama penerbangan. Setelah tiba di Melbourne, ia melaporkan kehilangan tersebut kepada petugas Garuda dan melakukan pelacakan lewat aplikasi. Lokasi ponsel terlacak di sebuah hotel di kawasan Southbank, tempat menginap 20 awak kabin penerbangan GA716.

Menurut pengakuannya, Garuda melakukan penggeledahan ke sejumlah kamar kru, namun tidak seluruhnya. Tak lama setelah penggeledahan dan pemindahan kru dari hotel, ponsel milik Michael kembali terlacak di area Yarra River, sekitar 100 meter dari hotel tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Garuda Indonesia melalui akun Instagram resminya menyampaikan penyesalan dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. “Garuda Indonesia menyesalkan kejadian tersebut dan saat ini tengah melakukan proses investigasi,” tulis pihak maskapai, Selasa (10/6).

Garuda juga menyatakan seluruh awak kabin yang bertugas dalam penerbangan tersebut telah dibebastugaskan sementara demi kelancaran investigasi. Maskapai pelat merah ini menegaskan bahwa mereka telah menjalankan koordinasi dengan otoritas setempat, termasuk kepolisian, dalam menindaklanjuti laporan tersebut.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Ade R Susardi, mengatakan maskapainya telah menggandeng Kepolisian Republik Indonesia untuk mendukung investigasi secara menyeluruh.

“Langkah ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan proses penanganan berjalan objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (13/6).

Garuda juga memastikan bahwa perwakilan mereka di Melbourne terus mendampingi penumpang terkait dalam pelaporan kepada kepolisian setempat. Komunikasi dengan Michael, menurut Garuda, masih terus dijalin hingga proses penyelidikan tuntas.

Ade mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan agar penyelesaian dapat dilakukan secara adil dan tidak memunculkan informasi simpang siur.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,45 Ton Sianida, Bahan Kimia Mematikan Ilegal Asal Filipina
Strategi Chip AI Trump: Syaratkan Investasi di AS bagi Negara yang Ingin Impor Teknologi Canggih
Polisi Resmi Tahan Richard Lee, Dinilai Hambat Penyidikan dan Mangkir Demi ‘Live’ TikTok
Pemerintah Resmi Batasi Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Efek Perang Timur Tengah: Menkeu Purbaya Buka Opsi ‘Berbagi Beban’ Kenaikan Harga BBM Subsidi
Trump Remehkan Lonjakan Harga BBM: “Menang Perang Lawan Iran Jauh Lebih Penting!”
Modus Perusahaan Keluarga: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati Fadia
Setelah Iran, Trump Bidik Kuba: “Rezim Komunis Akan Segera Jatuh!”

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:49 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,45 Ton Sianida, Bahan Kimia Mematikan Ilegal Asal Filipina

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:59 WIB

Strategi Chip AI Trump: Syaratkan Investasi di AS bagi Negara yang Ingin Impor Teknologi Canggih

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:35 WIB

Polisi Resmi Tahan Richard Lee, Dinilai Hambat Penyidikan dan Mangkir Demi ‘Live’ TikTok

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:31 WIB

Pemerintah Resmi Batasi Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:05 WIB

Efek Perang Timur Tengah: Menkeu Purbaya Buka Opsi ‘Berbagi Beban’ Kenaikan Harga BBM Subsidi

Berita Terbaru