MANADO, Mevin.ID – Tim gabungan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII dan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal asal Filipina. Barang sitaan terdiri dari obat ayam ilegal dan 244 ekor ayam ras yang diamankan dalam dua operasi terpisah di perairan Sulawesi Utara pada Rabu (31/12/2025).
Berdasarkan informasi intelijen, operasi pertama dilakukan terhadap Kapal Motor Penumpang (KMP) Tarusi yang diduga mengangkut muatan ilegal. Setelah kapal bersandar di Pelabuhan Munthe, Likupang, tim gabungan dari Quick Response (QR)-8 Kodaeral VIII, Bea Cukai, dan Dinas Perhubungan Minahasa Utara melakukan pemeriksaan.
“Ditemukan sebuah truk yang mengangkut muatan ilegal berupa obat-obatan ayam asal Filipina yang diindikasikan masuk ke Indonesia tanpa prosedur resmi,” ujar Dankodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, di Manado, mengutip Antara, Jumat (2/1/2026).
Barang bukti yang diamankan sebanyak 98 koli obat ayam ilegal berbagai merek. Nilai barang mencapai lebih dari Rp1,124 miliar dengan potensi kerugian negara (bea masuk) sebesar Rp286,48 juta.
Dalam waktu hampir bersamaan, tim yang sama melaksanakan patroli di perairan sekitar Bitung berdasarkan informasi intelijen lain. Tim menemukan kapal taksi (taxi boat) tak dikenal yang membawa muatan ilegal dari Filipina.
Di dalam kapal tersebut, tim menemukan 244 ekor ayam ras dan sejumlah minuman beralkohol merek Tanduay Rhum. Nilai ayam ras diperkirakan lebih dari Rp1,28 miliar dan minuman beralkohol sekitar Rp4,5 juta. Potensi kerugian negara dari penyelundupan ini mencapai Rp154,5 juta.
Semua barang bukti hasil penindakan, termasuk ayam hidup, telah dibawa ke Markas Kodaeral VIII untuk dilakukan pembongkaran. Proses selanjutnya akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku di kantor Bea Cukai Kanwil Sulut, sedangkan ayam diserahkan ke Badan Karantina Hewan dan Tumbuhan setempat.
Operasi ini menunjukkan peningkatan pengawasan lintas batas laut untuk mencegah masuknya barang ilegal yang dapat merugikan negara dan mengancam kesehatan hewan serta ketahanan pangan nasional.***
Penulis : Atep K
Editor : Atep K

























