GBHN Versi Baru Disiapkan, MPR Akan Konsultasi dengan Prabowo

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyatakan bahwa rumusan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai konsep baru pengganti Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) telah selesai dan siap disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Presiden untuk menentukan landasan hukum pelaksanaan PPHN, termasuk kemungkinan menggunakan Ketetapan MPR (Tap MPR) atau undang-undang.

“Nah ini yang mau kita diskusikan, apakah Tap MPR, atau UU, atau apa,” ujar Muzani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Muzani menambahkan, MPR masih menunggu waktu pertemuan dengan Presiden untuk membahas finalisasi PPHN yang telah dirampungkan dalam pembahasan tingkat MPR.

“Bahan yang disampaikan oleh MPR sudah final dan selesai, dan kita mau sampaikan ke Presiden untuk didiskusikan,” ucapnya.

Meski demikian, saat ini MPR tidak lagi memiliki kewenangan menerbitkan Tap MPR yang bersifat mengatur atau regeling. Hal itu berlaku sejak berlakunya UU Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang tidak lagi memasukkan Tap MPR dalam hierarki perundangan.

Sebelumnya, sempat muncul beberapa opsi terkait landasan hukum PPHN pada periode pimpinan MPR sebelumnya. Di antaranya amandemen terbatas UUD 1945, revisi UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan untuk menghidupkan kembali Tap MPR sebagai produk hukum mengikat, atau menggunakan konvensi ketatanegaraan.

Muzani menegaskan diskusi bersama pemerintah diperlukan untuk memastikan pelaksanaan PPHN memiliki kepastian hukum dan dapat menjadi arah pembangunan nasional jangka panjang.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan
Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan
Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda
Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa
Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban
14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif
Perusahaan Biang Banjir Sumatera Dipetakan, Terancam Pidana dan Ganti Rugi
AS Perketat Akses Masuk, Riwayat Media Sosial Jadi Alat Penyaringan Digital
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:05 WIB

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan

Senin, 15 Desember 2025 - 21:21 WIB

Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda

Senin, 15 Desember 2025 - 20:19 WIB

Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa

Senin, 15 Desember 2025 - 18:49 WIB

Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban

Senin, 15 Desember 2025 - 18:42 WIB

14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif

Berita Terbaru