Gedung Sate “Menghijau”,  Truk Tambang Kepung Kantor Gubernur Jabar Tuntut Keadilan Regulasi

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Pemandangan tak biasa terlihat di depan Gedung Sate, Kota Bandung, hari ini, Jumat (6/2/2026).

Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (GPPSDA-LH) melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa armada truk tambang berwarna hijau yang berjejer rapi di sepanjang jalan depan pusat pemerintahan Jawa Barat tersebut.

Aksi damai ini merupakan bentuk protes dari aliansi pengusaha, supir truk, hingga buruh tambang terhadap kebijakan tata kelola pertambangan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.

Gugat Kebijakan “Jawa Barat Istimewa”

Koordinator aksi yang juga perwakilan dari Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI), Yadi Suryadi, menyatakan bahwa aksi ini dipicu oleh ketimpangan antara visi pemerintah dengan realitas pahit yang dihadapi para pekerja tambang di lapangan.

Penutupan sejumlah titik tambang tanpa adanya solusi alternatif dianggap telah mematikan ekonomi kerakyatan.

“Kami hadir untuk menyuarakan aspirasi para supir truk, buruh tambang, hingga pelaku UMKM di sekitar area tambang yang kehilangan mata pencaharian. Kami mendukung pembangunan berkelanjutan, namun harus ada keseimbangan,” ujar Yadi di sela-sela aksi.

Dampak Domino Bagi Ekonomi Lokal

Dalam orasinya, massa menekankan bahwa kebijakan saat ini berdampak luas pada berbagai elemen, di antaranya:

  • Sektor Transportasi: Supir truk tambang se-Jawa Barat kehilangan ritase.
  • Sektor Infrastruktur: Terganggunya pasokan material bagi buruh batching plant dan supir molen.
  • Ekonomi Mikro: Pedagang kecil, bengkel, hingga penyedia jasa tambal ban di jalur tambang turut gulung tikar.

Aksi Tertib: Shalat Jumat Berjamaah di Jalan

Meski membawa armada besar, aksi ini berlangsung sangat tertib. Sebagai bentuk religiusitas dan tertib sipil, massa aksi bahkan melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di lokasi unjuk rasa sebelum melanjutkan agenda audiensi dengan pihak Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat.

Tuntutan Ruang Diskusi Transparan

Melalui aksi ini, GPPSDA-LH menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membuka ruang diskusi yang lebih transparan.

Mereka mendorong adanya regulasi yang tetap menjaga kelestarian lingkungan namun tidak dengan cara mematikan roda ekonomi yang menjadi tumpuan ribuan keluarga di Jawa Barat.**”

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar
Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis
Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi
Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra
Drainase Buruk, Hujan Deras Rendam Jalan Ciapus Tamansari: Akses Warga Calobak Terhambat

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:53 WIB

Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:06 WIB

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:40 WIB

Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:34 WIB

Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIB

Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi

Berita Terbaru