Geger! KPK Bongkar ‘Safe House’ Mewah Pejabat Bea Cukai, Isinya Gepokan Dolar dan Emas Batangan

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK melakukan penggeledahan di sebuah safe house yang disewa oleh pejabat Bea Cukai untuk menyimpan uang tunai dan logam mulia. (Foto: Tangkapan Layar Dokumentasi KPK)

i

KPK melakukan penggeledahan di sebuah safe house yang disewa oleh pejabat Bea Cukai untuk menyimpan uang tunai dan logam mulia. (Foto: Tangkapan Layar Dokumentasi KPK)

JAKARTA, Mevin.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar tempat persembunyian harta haram milik pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Sebuah unit apartemen yang disewa khusus sebagai safe house ternyata dijadikan gudang penyimpanan uang tunai lintas mata uang dan logam mulia.

Penggeledahan ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus suap importasi barang di lingkungan Kementerian Keuangan yang melibatkan PT Blueray.

Gepokan Dolar di Balik Amplop Cokelat

Dalam dokumentasi penggeledahan yang diterima redaksi, terlihat penyidik menemukan lima amplop cokelat besar yang berisi tumpukan uang pecahan Dolar Amerika Serikat (USD) dan Dolar Singapura (SGD).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa safe house tersebut memang disiapkan secara khusus oleh para oknum pejabat Bea Cukai untuk menyembunyikan hasil kejahatan mereka agar tidak terdeteksi.

“Ini memang diduga para oknum dari Dirjen Bea Cukai ini menyiapkan safe house ya untuk menyimpan barang-barang seperti uang, kemudian logam mulia. Jadi memang disiapkan secara khusus,” kata Budi Prasetyo di Jakarta.

Total Sitaan Fantastis: Rp 40,5 Miliar

Bukan sekadar uang receh, nilai total aset yang disita KPK dari berbagai lokasi—termasuk rumah tersangka Rizal (RZL) dan unit safe house tersebut—mencapai angka Rp 40,5 miliar.

Berikut rincian barang bukti yang berhasil diamankan:

  • Logam Mulia: Total 5,3 kilogram emas (setara Rp 15,7 miliar).
  • Uang Asing: SGD 1,48 juta, USD 182.900, dan JPY 550.000.
  • Uang Tunai Rupiah: Rp 1,89 miliar.
  • Barang Mewah: Satu jam tangan mewah senilai Rp 138 juta.

Enam Orang Resmi Jadi Tersangka

KPK telah menetapkan enam orang tersangka dalam skandal suap jalur impor ini. Mereka terdiri dari tiga pejabat tinggi Bea Cukai dan tiga pihak swasta dari PT Blueray:

  • Rizal (RZL): Eks Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC.
  • Sisprian Subiaksono (SIS): Kasubdit Intelijen P2 DJBC.
  • Orlando Hamonangan (ORL): Kasi Intelijen DJBC.
  • John Field (JF): Pemilik PT Blueray (sempat kabur sebelum akhirnya ditahan).
  • Andri (AND): Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray.
  • Dedy Kurniawan: Manajer Operasional PT Blueray.

KPK saat ini masih mendalami kepemilikan aset safe house tersebut dan menelusuri kemungkinan adanya aliran dana ke pihak lain di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Berita Terbaru