SUKABUMI, Mevin.ID – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video viral yang menampilkan praktik ritual mandi tak lazim di Pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, dan Gunung Winarum, Sukabumi.
Ritual ini menjadi buah bibir lantaran menjanjikan kekayaan instan dan kemudahan mendapatkan jodoh bagi pelakunya.
Modus Ritual “Ngarungin” Orang
Dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram @kang_jimam13 dan viral di akun @fakta.indo pada Rabu (21/1/2026), terlihat seorang pria berkopiah hitam yang dikenal sebagai Kang Jimam melakukan prosesi mandi kembang terhadap seorang warga.
Hal yang mencuri perhatian adalah tekniknya: seluruh badan warga tersebut dicelupkan ke dalam kolam kembang sembari dilantunkan doa-doa tertentu. Perekam video menyebutkan bahwa ritual ini dilakukan atas mandat dari seorang guru di Pulau Jawa.
Dalih Pelaksana: “Saya Ini Santri”
Menanggapi tudingan miring dari warganet, Kang Jimam yang berasal dari Padepokan Lembah Dzikir, Cianjur, memberikan klarifikasi.
Ia membantah keras jika praktik tersebut dianggap sebagai ajaran sesat atau modus penipuan.
“Kalau bilang sesat dan nipu, coba buktikan dulu. Saya ini santri, keluarga saya tidak ada yang bilang sesat,” tegasnya.
Ia berdalih bahwa ritual mandi tersebut hanyalah titipan ajaran dari gurunya yang bertujuan baik.
Gunung Winarum dan Sisi Mistisnya
Pemilihan lokasi di Gunung Winarum dan Karang Hawu menambah kental nuansa mistis ritual ini. Gunung Winarum dikenal sebagai bukit keramat yang sering menjadi tempat ziarah religi.
Konon, lokasi ini pernah menjadi tempat persinggahan spiritual Presiden Soekarno dan dipercaya sebagai titik pertemuan dengan sosok mistis Nyi Roro Kidul.
Banjir Kritik Warganet
Meski diklaim sebagai tradisi, mayoritas warganet bereaksi negatif. Banyak yang menilai praktik tersebut sudah masuk kategori syirik dan tidak logis.
“Kekayaan itu milik Allah, maka mintalah dan mengemislah hanya kepada-Nya,” tulis salah satu netizen.
“Bisnis yang menjanjikan ini,” sindir akun lainnya.
Sudut Pandang Psikologis vs Realitas
Secara psikologis, ritual semacam ini seringkali memberikan efek sugesti berupa rasa percaya diri dan ketenangan pikiran bagi pelakunya.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa “pembersihan diri” secara spiritual tidak akan membuahkan hasil tanpa upaya nyata (ikhtiar).
Jodoh berkaitan dengan sosialisasi, sementara rezeki berkaitan erat dengan kerja keras dan strategi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dihimbau untuk tetap kritis dan tidak mudah tergiur dengan janji-janji instan yang melibatkan biaya besar namun tidak memiliki landasan logika yang kuat.***
Editor : Bar Bernad


























