BANTUL, Mevin.ID – Dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang berpusat di selatan Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari (6/2/2026), turut dirasakan cukup parah di wilayah Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Berdasarkan identifikasi terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, setidaknya 20 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja, mengungkapkan bahwa pusat pengendalian operasi telah memetakan kerusakan yang tersebar di beberapa titik infrastruktur dan fasilitas umum.
Fasilitas Publik dan Sekolah Alami Kerusakan Serius
Kerusakan bangunan akibat getaran gempa yang berlangsung selama kurang lebih 10 detik tersebut mencakup berbagai jenis fasilitas, di antaranya:
- Rumah Penduduk: 11 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
- Fasilitas Pemerintah: 4 gedung kantor pemerintahan terdampak, dengan kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Kantor Samsat Bantul.
- Fasilitas Pendidikan: SD Jetis dan SMP 1 Jetis teridentifikasi mengalami kerusakan cukup berat.
- Lain-lain: 2 tempat ibadah dan 1 area parkir milik PMI Bantul juga dilaporkan terdampak.
Puluhan Warga Dilaporkan Luka-Luka
Selain kerugian material, gempa ini juga memakan korban luka. Hingga Jumat sore, tercatat sebanyak 36 warga Bantul mengalami luka-luka.
“Dari total 36 korban luka, 8 orang di antaranya harus menjalani rawat inap di rumah sakit, sementara 28 orang lainnya menjalani rawat jalan,” jelas Agus Budi Raharja saat memberikan keterangan di Bantul, Jumat (6/2).
Tren Gempa Susulan Menurun
Pemerintah Kabupaten Bantul bersama BMKG terus melakukan pemantauan pasca-gempa utama yang terjadi pada pukul 01.06 WIB tersebut. Tercatat telah terjadi 21 kali gempa susulan hingga Jumat siang, namun dengan kekuatan yang terus menurun.
Sekda Bantul mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengingat perbedaan data magnitudo awal merupakan hal teknis yang biasa terjadi dalam analisis sensor gempa.
“Update terakhir fiks di Magnitudo 6,2 dengan kedalaman 58 kilometer. Tren gempa susulan menurun, insya Allah semoga kondisi segera aman,” tambahnya.***


























