Gerbang Gedung Sate Bergaya Candi Bentar Habiskan Rp3,9 Miliar, Publik: “Asa Gak Nyambung!”

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mevin.ID – Renovasi gerbang Gedung Sate yang kini mengusung desain menyerupai Candi Bentar memicu perdebatan publik. Proyek yang menelan anggaran Rp3,9 miliar itu dinilai tak sejalan dengan karakter arsitektur kolonial Gedung Sate yang menjadi ikon Jawa Barat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, menjelaskan bahwa renovasi dilakukan karena pilar gerbang sudah lama tidak diperbaiki, sekaligus untuk memperkuat area luar kantor Gubernur. Ia menegaskan bahwa desain Candi Bentar dimaksudkan untuk mempertegas identitas budaya Sunda di kompleks pemerintahan.

“Pilar ini konsepnya Candi Bentar. Kita ingin memperkuat ikon Jawa Barat dan menjaga kawasan Gedung Sate,” ujar Adi, Jumat (21/11/2025).

Namun keputusan ini menuai sorotan, terutama karena renovasi muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran Pemprov Jabar untuk APBD 2025–2026. Saat OPD diminta mengurangi kegiatan seremonial, proyek fisik gerbang dan halaman justru masuk dalam APBD Perubahan 2025.

Adi menepis anggapan bahwa renovasi mengabaikan nilai sejarah. Ia menyebut anggaran Rp3,9 miliar tidak hanya untuk gerbang, tetapi juga perbaikan halaman dan area parkir, dengan target rampung pada Desember.

Di media sosial, kritik berdatangan. Banyak netizen menilai desain bergaya candi tidak sinkron dengan arsitektur Indo-Europeesche stijl khas Gedung Sate.

“Atuhlah, itu peninggalan Belanda, bukan Padjadjaran. Jadi asa gak nyambung,” tulis seorang warganet yang ramai dikutip.

Menanggapi kritik tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta publik mempercayakan desain pada para arsitek.

“Jangan ikutin netizen, tapi ikutin arsitek. Kalau ikutin netizen, gak akan selesai,” ujarnya seusai Paripurna di DPRD Jabar.

Dedi menekankan bahwa ruang bersejarah harus dikelola oleh ahli tata ruang, bukan berdasarkan selera media sosial.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI
Alasan KPK Seret Ono Surono dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut
KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara
BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir
KPK Tegaskan Punya Bukti Ketua PBNU Kasus Korupsi Kuota Haji
Kasus Korupsi Ade Kunang, Benarkah KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono? 
BPOM Tarik Susu Formula Nestle S-26, Waspadai Potensi Toksin Cereulide yang Tahan Panas

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:32 WIB

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:00 WIB

KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:40 WIB

KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:13 WIB

BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:00 WIB

KPK Tegaskan Punya Bukti Ketua PBNU Kasus Korupsi Kuota Haji

Berita Terbaru