Gerhana Bulan Total “Blood Moon” Bisa Diamati di Indonesia Timur pada 14 Maret

- Redaksi

Rabu, 12 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Penampakan gerhana bulan total di langit Jaifuri, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua, Selasa (8/11/2022). Fenomena astronomis gerhana bulan total tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang di Papua sekitar pukul 18:08 WIT. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/hp/pri.

Ilustrasi - Penampakan gerhana bulan total di langit Jaifuri, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua, Selasa (8/11/2022). Fenomena astronomis gerhana bulan total tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang di Papua sekitar pukul 18:08 WIT. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/hp/pri.

Jakarta, Mevin.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa fenomena gerhana bulan total, atau yang dikenal dengan sebutan blood moon, dapat diamati dari wilayah Indonesia pada Jumat, 14 Maret.

Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG, Syrojudin, menjelaskan bahwa fase gerhana penumbra pertama akan dimulai pada pukul 10.57 WIB.

“Gerhana bulan total ini bisa dilihat dari wilayah Indonesia bagian timur. Fase gerhana total berakhir dan fase gerhana penumbra berakhir dapat diamati di wilayah tersebut,” kata Syrojudin di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan pengamatan BMKG, fase puncak gerhana bulan total akan terjadi pada pukul 13.54 WIB atau dua jam lebih cepat untuk wilayah Indonesia timur (15.52 WIT). Namun, fase puncak ini hanya dapat diamati secara penuh dari wilayah Amerika, Afrika bagian barat, Eropa, Asia bagian timur, dan Australia bagian timur.

Di Indonesia bagian timur, fase gerhana total berakhir dapat diamati pada pukul 14.31 WIB (16.31 WIT), sedangkan fase gerhana penumbra berakhir akan terlihat pada pukul 17.00 WIB (19.00 WIT).

Syrojudin menambahkan bahwa meskipun Indonesia tidak melewati fase puncak gerhana, dampak yang mungkin terjadi, seperti peningkatan ketinggian air laut yang memicu banjir rob, masih tergolong terkendali.

“Tetap ada dampak yang menyertainya, tetapi tidak mencapai ketinggian maksimal,” ujarnya.

Gerhana bulan total terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi. Fenomena ini sering disebut blood moon karena Bulan akan terlihat berwarna kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Masyarakat di Indonesia bagian timur dapat menyaksikan fenomena langka ini dengan mata telanjang, asalkan cuaca mendukung. BMKG mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai sarana edukasi dan pengamatan astronomi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK
Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak
TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO
Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:32 WIB

Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:02 WIB

Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:00 WIB

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:06 WIB

Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:32 WIB

Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak

Berita Terbaru