Jakarta, Mevin.ID — Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta pemerintah pusat segera melepas 250 ton beras asal Thailand yang sebelumnya disegel Kementerian Pertanian di Pelabuhan Sabang.
Beras tersebut disebut merupakan kebutuhan mendesak bagi warga Sabang yang menghadapi lonjakan harga beras.
Melalui Juru Bicara Muhammad MTA, Muzakir menegaskan bahwa beras yang masuk ke Sabang merupakan kebijakan transisi strategis untuk menjaga daya beli masyarakat.
Ia mengingatkan Sabang memiliki status kawasan bebas yang memungkinkan pemasukan barang tertentu dari luar negeri.
Baca Juga : 250 Ton Beras Ilegal Masuk lewat Sabang, Mentan Amran Sulaiman Bongkar Dugaan Rekayasa Impor
“Gubernur mengharapkan Menteri Pertanian segera melakukan uji laboratorium sesuai aturan, dan setelah itu melepas 250 ton beras tersebut untuk masyarakat Sabang,” ujar Muhammad dalam keterangannya, Rabu.
Muhammad menjelaskan harga beras di Sabang cenderung lebih mahal karena seluruh pasokan harus dikirim dari daratan Aceh, sehingga menambah biaya logistik dan membebani masyarakat.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan persoalan penyegelan beras impor asal Thailand tersebut telah ditangani.
Baca Juga : 250 Ton Beras Sabang Disebut Ilegal, Gubernur Aceh Melawan: ‘Semua Sesuai Aturan!
Ia menyebut pemerintah daerah telah dilibatkan dalam komunikasi terkait dugaan ilegalitas barang tersebut.
“Kami sudah berkomunikasi dengan wali kota, gubernur, kapolda, dan pangdam. Ini untuk kepentingan masyarakat Aceh dan seluruh daerah,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Amran menegaskan pemerintah kini mendorong solusi jangka panjang melalui program swasembada pangan, yang ditargetkan bisa memberikan kepastian pasokan dan menekan kebutuhan impor.***


























