Gubernur Aceh Sentil Keras Bupati yang ‘Menyerah’: Aceh Sedang Tenggelam, Bukan Waktunya Cengeng

- Redaksi

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur, Mevin.ID – Di tengah banjir besar yang menggenangi lima kabupaten di Aceh selama berhari-hari, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melontarkan pernyataan yang tajam—bahkan mengguncang.

Dari Aceh Timur, Jumat siang, Mualem menyampaikan pesan yang tidak dibungkus basa-basi: kepala daerah yang cengeng lebih baik mundur.

“Kalau ada bupati yang menyerah menghadapi musibah ini, silakan mengundurkan diri. Kita ganti dengan yang siap bekerja untuk rakyat,” ujarnya lantang.

Pernyataan itu muncul setelah sejumlah kepala daerah disebut mengaku kewalahan menangani banjir yang kini disebut Mualem sebagai “tsunami kedua”.

Bukan tanpa alasan: air bertahan lebih dari lima hari, merendam ribuan rumah, memutus akses jalan, merusak fasilitas umum, dan memaksa warga mengungsi dalam kondisi serba terbatas.

Jika tsunami 2004 datang dalam dua jam kehancuran, banjir kali ini adalah bencana yang berjalan pelan tapi mematikan: air tak surut, logistik terlambat, dan kecemasan warga makin menebal.

Ribuan Warga Terjebak, Bupati Diminta Tidak Tunggu Instruksi

Dari Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, hingga Aceh Tengah, laporan kerusakan terus masuk. Dapur umum belum merata, bantuan tak selalu tepat tujuan, dan ada wilayah yang hanya bisa dijangkau dengan perahu karet.

Mualem menegaskan struktur pemerintahan tak boleh beku saat rakyat sedang berjuang di lantai-lantai rumah yang terendam.

“Tidak boleh ada camat atau keuchik yang menunggu. Semua harus turun ke lapangan,” tegasnya.

Nada Mualem bukan sekadar teguran, tapi alarm keras bahwa birokrasi tak boleh lebih lambat dari naiknya air.

Tenaga Medis Didatangkan dari Malaysia

Dengan fasilitas kesehatan yang rusak dan tenaga medis kewalahan, pemerintah Aceh mengerahkan bantuan dari Malaysia. Dokter-dokter itu datang untuk menangani pasien dengan kondisi berat—infeksi, diare, ISPA, hingga penyakit kulit yang merebak usai banjir.

“Kita tidak boleh membiarkan rakyat berjuang sendiri,” kata Mualem.

Bencana yang Menguji Kepemimpinan

Aceh sedang tenggelam bukan hanya oleh air, tapi juga oleh krisis kepercayaan publik. Dalam kondisi darurat, satu keputusan terlambat bisa berarti satu nyawa hilang. Itulah sebabnya seruan Mualem terdengar seperti palu sidang yang jatuh keras.

“Pemimpin dipilih untuk berdiri di depan saat kondisi tersulit, bukan untuk mengeluh,” ucapnya.

Di banyak titik pengungsian, warga masih menunggu makanan hangat, selimut kering, dan kabar yang melegakan. Di saat seperti ini, publik tentu berharap pemimpin daerah hadir, bukan hilang atau menyerah.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK
Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak
TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO
Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?
Wapres Gibran di Tasikmalaya: Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Pantau Inovasi AI di Pesantren
MK Tegaskan Aturan, Wartawan Tak Bisa Langsung Dituntut Pidana Atas Karya Jurnalistik
Karcis Hilang Kena Denda, Barang Hilang Ogah Tanggung Jawab? YLKI: Itu Pungli!

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:00 WIB

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:06 WIB

Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:00 WIB

TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:26 WIB

Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:40 WIB

Wapres Gibran di Tasikmalaya: Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Pantau Inovasi AI di Pesantren

Berita Terbaru

Ilustrasi bunuh diri. (Envato/LightFieldStudios)

Kolom

Skrining Dini Kesehatan Mental

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:29 WIB