Gubernur Dedi Mulyadi Serukan Penghentian Alih Fungsi Lahan di Puncak 

- Redaksi

Senin, 3 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat

Bandung, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti fenomena banjir yang melanda sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Bandung, Karawang, dan Bogor, khususnya di kawasan Sungai Jayanti.

Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Gubernur mengungkapkan keprihatinannya atas banjir yang terjadi, meski belum mengetahui penyebab pasti meluapnya Sungai Jayanti ke pemukiman warga.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah aktivitas alih fungsi lahan di kawasan Puncak.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kang Dedi Mulyadi (@dedimulyadi71)

Ia meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk menghentikan segala bentuk alih fungsi lahan di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang dimiliki, lebih dari 1.000 hektar lahan perkebunan teh di Puncak telah beralih fungsi.

“Jangan sampai tujuannya hanya untuk kepentingan ekonomi. Belanda menanam pohon teh di Puncak bukan sekadar untuk ekonomi, tetapi juga untuk konservasi dan menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Gubernur menekankan bahwa konservasi lingkungan harus menjadi prioritas utama, mengalahkan kepentingan ekonomi.

Ia juga mengumumkan rencana untuk memanggil seluruh jajaran PTPN dan Perhutani pada minggu depan guna membahas langkah-langkah perbaikan lingkungan di Jawa Barat.

“Kami akan bersama-sama memperbaiki alam Jawa Barat. Komitmen untuk kepentingan bangsa dan negara harus dimulai dari komitmen menjaga alam dan lingkungan,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur di tengah cuaca hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Jawa Barat selama bulan puasa. Meski cuaca tersebut dinilainya tidak memberatkan bagi yang menjalankan ibadah puasa, dampak lingkungan seperti banjir harus menjadi perhatian serius.

Seruan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi konservasi kawasan Puncak dan mencegah bencana serupa di masa depan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan
Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:55 WIB

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:32 WIB

Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan

Berita Terbaru