Gubernur Jabar Perintahkan Audit Proyek Replika Penyu Rusak di Alun-Alun Gadobangkong

- Redaksi

Kamis, 6 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau kembali Oxbow Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, yang sebelumnya penuh sampah, kini sudah dibersihkan.

i

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau kembali Oxbow Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, yang sebelumnya penuh sampah, kini sudah dibersihkan.

Bandung, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memerintahkan Inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk mengaudit proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Gadobangkong di Pelabuhanratu, Sukabumi.

Langkah ini diambil menyusul viralnya video replika penyu raksasa yang rusak dan diduga terbuat dari kardus, memicu reaksi keras dari masyarakat.

Dalam pernyataannya melalui akun Instagram pribadi @dedimulyadi71, yang diberi caption Puasa lemas jika tak sahur, apalagi telat buka puasa. Awas hati-hati pelihara penyu, Siap diperiksa inspektorat jabar.

Gubernur Dedi menegaskan bahwa hasil audit akan menjadi dasar untuk langkah selanjutnya. “Setelah hasil audit keluar, baru akan kami umumkan agar masyarakat mendapat penjelasan yang objektif, tidak bersifat praduga atau fitnah,” ujarnya.

Dedi juga menekankan komitmennya untuk mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi. “Saya akan senantiasa berbuat objektif bagi kepentingan masyarakat. Mohon sabar menunggu hasil audit, karena itu akan menjadi landasan untuk langkah-langkah berikutnya,” tambahnya.

Baca Juga : Viral di Medsos, Patung Penyu Raksasa Senilai Rp15,6 Milyar Rusak Karena Terbuat dari Bahan Kardus

Anggaran Rp15,6 Miliar untuk Pembangunan Kompleks Alun-Alun

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat, Indra Maha, menjelaskan bahwa anggaran Rp15,6 miliar yang ramai diperbincangkan bukan hanya dialokasikan untuk replika penyu raksasa, melainkan untuk pembangunan seluruh kompleks Alun-Alun Gadobangkong.

“Anggaran tersebut mencakup pembangunan selfie deck, leuit (lumbung padi), gedung kuliner, serta pekerjaan site development seperti plaza, jalan, area parkir, pedestrian, taman, saluran, dan signage. Total luas penataan mencapai 9.812 meter persegi,” jelas Indra.

Ia menegaskan bahwa replika penyu terbuat dari bahan resin berkualitas tinggi, bukan dari kardus. “Kardus hanya digunakan sebagai bahan pembentuk cetakan, sedangkan struktur utamanya menggunakan bambu sebagai penahan,” tegasnya.

Kerusakan Akibat Ulah Pengunjung

Indra mengungkapkan bahwa kerusakan pada replika penyu disebabkan oleh ulah pengunjung yang menduduki bagian tempurung penyu, meskipun sudah disediakan selfie deck khusus untuk berfoto. “Pada praktiknya, penyu bukan hanya jadi objek foto, tapi ada pengunjung yang berfoto sambil menduduki replika penyu sehingga rusak,” ujarnya.

Proyek Alun-Alun Gadobangkong sebenarnya telah selesai dikerjakan oleh kontraktor dan melalui semua tahapan, mulai dari perencanaan hingga serah terima akhir. Namun, pada Maret 2024, gelombang pasang menyebabkan area taman terendam banjir rob selama lima hari, sehingga beberapa bagian mengalami kerusakan.

Karena kejadian tersebut masih dalam masa pemeliharaan, kontraktor melakukan perbaikan sebelum menyerahkan kompleks tersebut dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi pada 12 September 2024.

Koordinasi dan Perbaikan Berkelanjutan

Merespons viralnya isu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi. Saat ini, kontraktor sedang memperbaiki kerusakan pada replika penyu sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap fasilitas publik tersebut.

“Mereka merasa bagian dari masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tutup Indra.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memahami bahwa anggaran Rp15,6 miliar digunakan untuk pembangunan kompleks alun-alun secara keseluruhan, bukan hanya untuk replika penyu. Pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga dan memperbaiki fasilitas publik agar dapat dinikmati oleh masyarakat secara berkelanjutan.***

Baca Juga :

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Berita Terbaru