Gudang Pestisida Terbakar, BRIN Peringatkan Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah tong warna biru yang di dalamnya terdapat mayat perempuan ditemukan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Minggu (27/7/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Metro Tangerang Kota

i

Sebuah tong warna biru yang di dalamnya terdapat mayat perempuan ditemukan di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Minggu (27/7/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Metro Tangerang Kota

TANGERANG, Mevin.ID – Insiden kebakaran dan tumpahan zat kimia di gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama, Kota Tangerang Selatan, Banten, masih menyisakan ancaman serius.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan bahwa dampak pencemaran Sungai Cisadane tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi berisiko menimbulkan efek kesehatan kronis bagi masyarakat.

Periset dari Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air BRIN, Ignasius Sutapa, menjelaskan bahwa residu pestisida yang mencemari sungai berpotensi mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi.

Artinya, zat kimia berbahaya dapat terakumulasi dalam jaringan ikan dan organisme air lainnya, lalu berpindah ke tubuh manusia yang mengonsumsinya.

“Risiko ini membuat pencemaran tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan kronis,” ujar Ignas dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

Lebih mengkhawatirkan lagi, kontaminasi disebut telah mencapai sedimen dasar sungai. Hal ini menjadikan dasar Cisadane sebagai sumber pelepasan racun sekunder yang dapat bertahan lama.

“Meskipun air permukaan tampak kembali jernih, ancaman toksik masih dapat tersimpan di lapisan sedimen dan terlepas kembali ke kolom air dalam kondisi tertentu,” tambahnya.

Dari sisi kesehatan publik, paparan pestisida bisa terjadi melalui kontak langsung seperti mandi dan mencuci, maupun tidak langsung melalui konsumsi air baku atau ikan yang tercemar.

Ignas menyebut beberapa jenis pestisida bersifat neurotoksik yang dapat menyebabkan gejala akut seperti mual, pusing, hingga gangguan saraf.

“Dalam jangka panjang, paparan kronis berpotensi memicu gangguan endokrin, kerusakan organ, bahkan risiko karsinogenik,” ungkapnya.

Imbauan untuk Masyarakat

BRIN mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi dari pemerintah dan PDAM.

Warga dilarang menggunakan air sungai untuk memasak, minum, mencuci, atau mandi hingga dinyatakan aman. Konsumsi ikan dari wilayah terdampak juga sebaiknya dihindari selama masa krisis.

Untuk mitigasi jangka pendek, BRIN merekomendasikan penutupan sementara intake air baku PDAM, peningkatan pemantauan kualitas air secara real-time, serta edukasi cepat ke masyarakat. Jika sumber pencemaran masih teridentifikasi, perlu dilakukan upaya netralisasi atau remediasi.

Ignas juga menekankan pentingnya strategi jangka panjang, seperti penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran bahan berbahaya dan beracun (B3), pembangunan sistem peringatan dini, serta restorasi ekosistem sungai.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Nurofiq telah menggugat perusahaan pestisida tersebut secara perdata dan memastikan pelaku wajib bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan serta kerugian masyarakat.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep
Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak
Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat
Kades Hoho Temui Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Bahas Keamanan hingga Tata Kelola Desa
Ngeri! Begal Tusuk Ojol Wanita di Jembatan Gantung Rancamanyar Bandung pada Sabtu Tengah Malam

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:43 WIB

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:44 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:30 WIB

Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:06 WIB

Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:28 WIB

Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat

Berita Terbaru