GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (kanan) bersama ayahnya H. M. Kunang (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). KPK menahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayah bupati H. M. Kunang, dan pihak swasta Sarjan setelah ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (kanan) bersama ayahnya H. M. Kunang (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). KPK menahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayah bupati H. M. Kunang, dan pihak swasta Sarjan setelah ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

BEKASI, Mevin.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK).

Kini, lembaga antirasuah itu memanggil tiga orang saksi baru, termasuk seorang Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Kabupaten Bekasi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa pihaknya hari ini, Selasa (20/1/2026), memeriksa GUN, selaku Ketua LSM SNIPER Kabupaten Bekasi. Selain itu, turut diperiksa dua pihak swasta berinisial NK dan TBU.

Pemanggilan saksi-saksi baru ini merupakan kelanjutan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada 18 Desember 2025 di Kabupaten Bekasi. Dalam operasi kesepuluh di tahun 2025 itu, KPK menangkap sepuluh orang.

Dua hari kemudian, KPK menetapkan tiga tersangka:

1. Ade Kuswara Kunang (ADK) – Bupati Bekasi (sebagai penerima suap)
2. HM Kunang (HMK) – Ayah Ade sekaligus Kepala Desa Sukadami (sebagai penerima suap)
3. Sarjan (SRJ) – Pihak swasta (sebagai pemberi suap)

Kasus ini diduga kuat berkaitan dengan praktik suap dalam pengurusan proyek atau yang dikenal dengan istilah “ijon proyek” di wilayah Kabupaten Bekasi. Dalam OTT tersebut, KPK juga berhasil menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Peran Saksi-Saksi Baru

Pemanggilan Ketua LSM SNIPER, GUN menarik perhatian publik. Kehadiran GUN sebagai saksi diharapkan dapat memberikan informasi atau keterangan penting terkait dinamika di lapangan, pengawasan proyek, atau kemungkinan interaksi antara LSM dengan pihak pemkab maupun swasta dalam kasus ini.

Sementara itu, pemanggilan dua pihak swasta (NK dan TBU) kemungkinan besar untuk melengkapi bukti dan mengungkap jaringan serta alur dana suap yang lebih luas di luar tersangka Sarjan.

Kasus ini menunjukkan komitmen KPK untuk tidak hanya menangkap “ikan besar”, tetapi juga membongkar seluruh jaringan dan modus operandi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pejabat publik, keluarga, hingga aktor swasta.

Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyidikan ini, termasuk kemungkinan adanya penetapan tersangka baru seiring dengan pemeriksaan saksi-saksi yang dipanggil.***

Facebook Comments Box

Penulis : Clendy Saputra

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca OTT Depok: Ruang Pimpinan PN Disegel KPK, PT Bandung Ajukan Pengisian Jabatan Kosong
OTT Depok: KPK Amankan Ketua dan Wakil Ketua PN Terkait Sengketa Lahan Anak Usaha Kemenkeu
Tagih Hak Lingkungan Sehat, Warga Rawa Buntu Layangkan Gugatan Rp21,6 Miliar Terkait Polusi Sampah
Pramono Anung ke Andra Soni: Kalau Tangsel Belum Bisa Atasi Sampah, Jakarta Siap Bantu!
Status BPJS PBI Tiba-tiba Nonaktif? Dirut BPJS Kesehatan: Itu Wewenang Kemensos, Bukan Kami!
Langkah Awal Pengurus Baru Alumni Farmasi Pancasila: Pererat Silaturahmi, Bangun Sinergi dengan Almamater
Heboh Penonaktifan BPJS PBI, Mensos Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien!
Waspada! BMKG Terbitkan Status Siaga Hujan Lebat di Jabodetabek 6-7 Februari, Wilayah Ini Berpotensi Banjir

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:07 WIB

Pasca OTT Depok: Ruang Pimpinan PN Disegel KPK, PT Bandung Ajukan Pengisian Jabatan Kosong

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:05 WIB

OTT Depok: KPK Amankan Ketua dan Wakil Ketua PN Terkait Sengketa Lahan Anak Usaha Kemenkeu

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:58 WIB

Tagih Hak Lingkungan Sehat, Warga Rawa Buntu Layangkan Gugatan Rp21,6 Miliar Terkait Polusi Sampah

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:51 WIB

Pramono Anung ke Andra Soni: Kalau Tangsel Belum Bisa Atasi Sampah, Jakarta Siap Bantu!

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:26 WIB

Status BPJS PBI Tiba-tiba Nonaktif? Dirut BPJS Kesehatan: Itu Wewenang Kemensos, Bukan Kami!

Berita Terbaru