MAJALENGKA, Mevin.ID – Kabupaten Majalengka seakan tak pernah habis memberikan kejutan di sektor pariwisata. Tepat di balik dinamika “Kota Angin”, sebuah potensi wisata alam baru bernama Gunung Pantun Stone mulai mencuri perhatian.
Meski lokasinya hanya berjarak 10 menit dari jantung kota, destinasi ini menawarkan ketenangan yang kontras dengan hiruk pikuk perkotaan.
Gunung Pantun Stone yang terletak di Kampung Pancurendang Tonggoh, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka ini menyuguhkan harmoni antara hamparan bebatuan alami yang unik, panorama perbukitan hijau, serta udara sejuk yang menyegarkan.
Transformasi Hutan Kemasyarakatan
Kawasan ini awalnya merupakan wilayah kelola Perhutani sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKM) seluas 383 hektare, menyusul terbitnya SK dari Kementerian Kehutanan tentang HDPK.
Tokoh masyarakat setempat yang juga pensiunan Perhutani, Asep Fadilah, kini memelopori pengelolaan kawasan tersebut melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Pantun Stone.
“Kawasan ini kini dikelola oleh kelompok dan masyarakat. Kami tengah menggarap empat sektor utama: warung wisata, kawasan perkemahan (glamping), persemaian budidaya tanaman, serta peternakan silvopastura,” jelas Asep, Kamis (5/2/2026).
Wisata Berbasis Konservasi: Pola Asuh Pohon
Uniknya, pengelola tidak hanya mengejar sisi komersial. KUPS Pantun Stone mengusung konsep keberlanjutan dengan melakukan penataan bibit pohon seperti maja dan alpukat.
Pengunjung nantinya akan diajak terlibat langsung menjaga alam melalui program inovatif bertajuk “Pola Asuh Pohon”.
Selain menjadi surga bagi pencinta fotografi dan trekking ringan, kawasan ini menyimpan nilai sejarah dan religi.
Di puncak gunung berketinggian 425 mdpl, terdapat makam keramat Buyut Kalang Bentang. Dari titik ini, wisatawan bisa menikmati city light Kota Majalengka yang menawan di malam hari.
Menanti Sentuhan Ekstra Pemerintah
Meski memiliki modal aksesibilitas yang sangat strategis, Gunung Pantun Stone dinilai masih memerlukan “sentuhan ekstra”. Perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar potensi besar ini tidak sekadar menjadi wacana.
Warga sekitar menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan perhatian serius dalam memoles destinasi ini.
Pengelolaan yang tepat diyakini tidak hanya akan memperkaya ragam wisata daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendongkrak ekonomi masyarakat lokal.
Dengan sentuhan yang tepat, Gunung Pantun Stone diprediksi akan tumbuh menjadi ikon wisata baru yang memperkuat citra Majalengka sebagai daerah kaya akan keindahan alam tersembunyi.***
Penulis : Ahmad Hudri Harisman
Editor : M. Salman Faqih


























