Guru Bulukumba Minta Maaf Usai Unggah Video Sekolah Ambruk, Publik Bertanya: Ada Apa?

- Redaksi

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Firman DM, guru SDN 156 Kalukubodo, meminta maaf setelah membiralkan kondisi atap sekolahnya yang ambruk

Ahmad Firman DM, guru SDN 156 Kalukubodo, meminta maaf setelah membiralkan kondisi atap sekolahnya yang ambruk

Bulukumba, Mevin.ID – Sebuah video sederhana dari ruang kelas yang atapnya ambruk mengantarkan Ahmad Firman DM, guru SDN 156 Kalukubodo, ke sorotan nasional.

Bukan hanya karena kondisi sekolahnya yang memprihatinkan, tetapi karena video permintaan maafnya yang menyusul kemudian—video yang justru memicu tanya lebih besar di mata publik.

Pada rekaman awal, Firman memperlihatkan lembaran seng dan plafon yang berserakan. Ia menyebut atap itu nyaris menimpa para siswa, sambil memohon agar pemerintah kabupaten memperbaiki bangunan yang mulai rapuh itu.

Namun setelah video tersebut viral, Firman muncul kembali. Kali ini ia meminta maaf, mengaku menyesal, dan berjanji tidak mengulangi hal serupa.

Ekspresi wajahnya yang tampak kaku membuat banyak warganet berspekulasi: apakah ia berbicara atas kehendaknya sendiri?

Dinas Pendidikan: Tidak Ada Tekanan

Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Andi Buyung Saputra, mencoba meredakan polemik itu.

Ia menyebut pemanggilan Firman hanya untuk klarifikasi, karena terdapat informasi yang tidak tepat dalam video pertama—terutama klaim bahwa siswa hampir tertimpa reruntuhan.

Faktanya, ruangan itu sudah lama tidak digunakan dan tidak lagi menjadi kelas aktif.

Buyung menegaskan Firman tidak dijatuhi sanksi apa pun dan aktivitas belajar tetap berjalan normal.

Sekolah Akan Direvitalisasi 2026

Di balik polemik permintaan maaf itu, satu hal menjadi jelas: SDN 156 Kalukubodo memang membutuhkan perhatian serius.

Sekolah yang dibangun era 1980-an ini belum pernah tersentuh revitalisasi hingga sekarang. Tahun depan, pemerintah daerah mengeklaim sekolah tersebut masuk rencana perbaikan.

Ada alasan teknis mengapa sekolah itu belum bisa mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat: jumlah siswanya hanya 55, sementara syarat minimal adalah 60.

Sementara isu soal anggaran Rp 8 miliar juga diluruskan—dananya bukan untuk pembangunan fisik, melainkan untuk sarana belajar.

Di Balik Video yang Viral

Firman mendapat apresiasi atas kepeduliannya, meski pesannya dianggap kurang tepat.

Namun publik tetap bertanya-tanya: mengapa seorang guru yang melaporkan kondisi bangunan rapuh harus tampil meminta maaf, lengkap dengan pernyataan siap menerima sanksi?

Polemik ini memperlihatkan satu kenyataan sederhana: di banyak daerah, bangunan sekolah rapuh tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara narasi—mudah runtuh, mudah dibungkam.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Guru Honorer di Jeneponto Dicopot Mendadak demi Keponakan Kepsek, Disdikbud Turun Tangan
Fenomena “Siang Dingin” di Indramayu & Majalengka, Warga Sampai Tidur Pakai Kaus Kaki
Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!
Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan
Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan
Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya
Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1
Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:02 WIB

Viral Guru Honorer di Jeneponto Dicopot Mendadak demi Keponakan Kepsek, Disdikbud Turun Tangan

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:06 WIB

Fenomena “Siang Dingin” di Indramayu & Majalengka, Warga Sampai Tidur Pakai Kaus Kaki

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:56 WIB

Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:11 WIB

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:33 WIB

Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan

Berita Terbaru