Guru Resah, Gubernur Dedi Mulyadi Klarifikasi Wacana 50 Siswa per Kelas

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. ANTARA/Ricky Prayoga.

i

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. ANTARA/Ricky Prayoga.

Bandung, Mevin.ID — Wacana kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penambahan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) hingga maksimal 50 orang menuai pro dan kontra.

Seorang guru di Jawa Barat menyampaikan keresahannya di media sosial, menyebut kebijakan tersebut berisiko menurunkan kualitas pembelajaran dan melebihi standar ideal satu kelas yang seharusnya berisi 36 siswa.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan klarifikasi melalui akun TikTok resminya @dedimulyadiofficial. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat darurat dan sementara, serta tidak berlaku secara seragam di seluruh wilayah Jawa Barat.

@dedimulyadiofficialSaya tekankan, tidak boleh ada anak Jawa Barat putus sekolah… #dedimulyadi #kangdedimulyadi #sekolah♬ suara asli – KANG DEDI MULYADI – KANG DEDI MULYADI

“Kebijakan tentang sekolah bisa menerima maksimal siswa 50 orang, harus dipahami kembali. Kata maksimal di sini, artinya dalam setiap kelas bisa 30, 35, atau 40 siswa,” ujar Dedi, Kamis (3/7/2025).

Ia menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk mencegah anak-anak putus sekolah, terutama di daerah yang jumlah sekolah negerinya masih terbatas dan masyarakatnya tidak mampu menyekolahkan anak ke sekolah swasta.

“Lebih baik anak-anak belajar dulu meski dalam satu kelas berjumlah 50, daripada mereka tidak bisa sekolah sama sekali,” kata Dedi.

Dedi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera membangun ruang kelas baru agar ke depan jumlah siswa per kelas bisa kembali dikurangi menjadi 30 atau bahkan 25 orang.

“Cara ini dilakukan karena darurat. Daripada rakyat tidak sekolah, lebih baik mereka tetap belajar daripada melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan usianya,” tutupnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan dikaji ulang seiring pembangunan infrastruktur pendidikan yang lebih memadai.***

@dedimulyadiofficial

Semoga kebijakan ini bisa mencegah masyarakat Jawa Barat untuk tidak putus sekolah #dedimulyadi #kangdedimulyadi #sekolah

♬ suara asli – KANG DEDI MULYADI – KANG DEDI MULYADI

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan
LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:29 WIB

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!

Berita Terbaru