MAJALENGKA, Mevin.ID – Kabupaten Majalengka merayakan momentum bersejarah dalam peringatan Hari Jadi ke-186 yang digelar di Pendopo Gedung Negara, Rabu (11/2/2026).
Peringatan tahun ini menjadi sangat istimewa karena untuk pertama kalinya dirayakan pada tanggal 11 Februari, sesuai dengan ketetapan Perda Nomor 7 Tahun 2025.
Mengusung tema “Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE”, rapat paripurna DPRD ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin, Anggota DPR RI TB Hasanuddin, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Meluruskan Sejarah, Memperkuat Jati Diri
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menjelaskan bahwa perubahan tanggal hari jadi ini bukan tanpa alasan. Penetapan 11 Februari didasarkan pada kajian akademik mendalam yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hj. Nina Herlina, M.S. dari Universitas Padjadjaran.
“Perubahan ini bertujuan untuk meluruskan sejarah sekaligus memperkuat jati diri dan akar budaya Kabupaten Majalengka,” ujar Bupati Eman dalam sambutannya.
Capaian Ekonomi dan Investasi yang Melejit
Di balik perubahan historis tersebut, Majalengka juga memamerkan kinerja pembangunan yang gemilang sepanjang tahun 2025:
- Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 9,01 persen, menjadikannya yang tertinggi kedua di Jawa Barat.
- Investasi: Total investasi yang masuk mencapai angka fantastis Rp3,4 triliun.
- Pengangguran: Melalui program MATA HATI, angka pengangguran terbuka turun menjadi 3,62 persen, di bawah rata-rata provinsi.
- Kemiskinan: Berhasil menekan angka kemiskinan sebesar 0,51 persen atau setara 6.110 jiwa.
Infrastruktur dan Tata Kelola Pemerintahan
Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menunjukkan komitmennya pada kesejahteraan fisik masyarakat. Saat ini, 88,19 persen jalan kabupaten (806,92 km) dalam kondisi mantap.
Selain itu, pada awal 2026, pemda mengalokasikan Rp34,4 miliar untuk perbaikan 1.715 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Dalam hal administrasi, Majalengka mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 12 kali berturut-turut, serta meraih predikat “Sangat Baik” pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Inovasi Masa Depan: Satu Desa Satu Sarjana
Menyongsong tantangan tahun 2026, Bupati Eman memperkenalkan sejumlah program unggulan (Quick Wins) yang unik dan menyentuh lapisan masyarakat bawah, di antaranya:
- Satu Desa Satu Sarjana: Beasiswa pendidikan untuk mencetak SDM unggul dari pelosok desa.
- SPBU Mini: Solidaritas pada Buruh untuk Memiliki Hunian.
- Program SAREBU: Sakola Bareng Ibu-ibu.
Tak lupa, Bupati juga menegaskan kebijakan “Bela dan Beli Produk UMKM”, termasuk instruksi wajib penggunaan Genteng Jatiwangi pada seluruh gedung pemerintahan sebagai bentuk kedaulatan ekonomi lokal.
“Momen Hari Jadi ke-186 ini adalah titik tolak bagi kita semua untuk melangkah lebih jauh dengan semangat kolaborasi menuju Majalengka Langkung Sae,” pungkasnya.***
Penulis : M. Salman Faqih
Editor : Bar Bernad


























