Jakarta, Mevin.ID – Dedi Mulyadi memulai hari pertama kerjanya sebagai Gubernur Jawa Barat dengan langkah tegas.
Setelah dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2), Dedi langsung menonaktifkan Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Depok yang melanggar surat edaran gubernur tentang larangan siswa bepergian ke luar provinsi.
“Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMAN 6 Depok karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya berpergian ke luar provinsi,” kata Dedi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2).
Dedi berkomitmen untuk membenahi berbagai persoalan yang ada di Jawa Barat, termasuk dalam bidang pendidikan. Ia juga menyatakan akan memerintahkan inspektorat untuk memeriksa dan memberantas pungutan liar.
Baca Juga :
“Ini kinerja saya pertama ingin membenahi manajemen di kependidikan di Jawa Barat,” ucapnya.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantik 961 kepala daerah hasil Pilkada serentak 2024 di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pelantikan ini menunjukkan besarnya bangsa Indonesia dan bahwa demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik.
Prabowo mengingatkan bahwa meskipun 961 kepala daerah yang dilantik berasal dari berbagai partai politik, suku, dan agama yang berbeda, mereka harus mengabdi penuh atas nama rakyat Indonesia.
“Saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat, saudara adalah abdi rakyat, saudara harus bela kepentingan rakyat,” ucapnya.
Dedi Mulyadi, dengan langkah awal yang tegas, menunjukkan komitmennya untuk membawa perubahan positif di Jawa Barat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberantasan pungutan liar.***


























