Jakarta, Mevin.ID – Kerusakan hutan di Indonesia bukanlah babak baru dalam buku panjang krisis ekologis. Ia bukan isu musiman, bukan riak sesaat.
Ia adalah luka kronis yang diwariskan lintas rezim, dari satu kabinet ke kabinet berikutnya.
Dan hari ini, luka itu kembali terasa perih.
Ingatan publik terseret kembali pada kisah 12 tahun silam, ketika video kemarahan Harrison Ford—aktor yang identik dengan Indiana Jones—kembali viral di media sosial.
Dalam dokumenter Years of Living Dangerously (2013), Ford terlihat menggebrak meja, marah besar setelah melihat langsung kerusakan brutal di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.
Amarah itu kemudian diarahkan kepada Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifli Hasan.
@therakyatindojejak di gital kerusakan hutan di indonesia menunjukan persoalan yg sudah berlangsung bertahun tahun . 12 tahun lalu aktor harrison Ford pernah murka setelah melihat lansung kondisi taman nasional teso nilo di Riau ,ia bahkan menegur Mentri kehutanan saat itu ,Zulkifli Hasan terkait lemah nya penanganan penebangan liar . kini kekhawatiran itu telah terjadi . lantas siapa kah yg harus kita salahkan ?? . #pemerintahindonesia #netizenindonesia #fypシ゚viral🖤tiktok #rakyatindonesia #viral♬ suara asli – THE CLIPPER💲 – THE CLIPPER💲
Jejak Lama dari Era SBY
Zulkifli bukanlah wajah baru dalam jagat pemerintahan. Ia pernah menjadi bagian dari kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pada 22 Oktober 2009, SBY menunjuknya sebagai Menteri Kehutanan, menggantikan Malem Sambat Kaban. Zulkifli menjabat hingga 1 Oktober 2014, periode ketika berbagai kasus deforestasi besar menjadi sorotan dunia.
Dan di periode itulah pertemuan panas dengan Harrison Ford terjadi.
Dalam wawancara tersebut, Ford—yang kala itu tengah melakukan investigasi kerusakan hutan untuk dokumenter lingkungan—meluapkan kekesalan kepada Zulkifli.
Ia mempertanyakan bagaimana penebangan liar dan perusakan hutan bisa berlangsung begitu masif di bawah pengawasan pemerintah.
Pertanyaan Ford pun membekas:
“Bagaimana ini bisa terjadi?”
Rekaman wawancara itu kini kembali ramai disimak, terutama setelah Zulkifli Hasan—yang kini menjabat sebagai Menko Pangan—kembali menjadi sorotan publik.
Potongan video tersebut mudah ditemukan di YouTube dan terus dibagikan ulang, menjadi pengingat bahwa persoalan hutan Indonesia bukanlah cerita yang selesai oleh pergantian jabatan.
@feovlesAktor senior Harrison Ford pernah memarahi Zulkifli Hasan, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kehutanan RI di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2009–2014), dalam dokumenter “Years of Living Dangerously” yang tayang pada 2014. Momen tegang itu terjadi ketika Harrison mengunjungi Sumatera untuk melihat langsung kerusakan hutan dan lahan gambut akibat deforestasi. Dalam wawancara tersebut, ia menekan Zulkifli Hasan dengan pertanyaan tajam soal izin pembukaan lahan, lemahnya pengawasan, dan minimnya penegakan hukum yang membuat kerusakan hutan terus berulang. Satu dekade berlalu, video tersebut kembali viral di media sosial setelah banjir bandang dan longsor melanda berbagai wilayah Sumatera. Banyak netizen menilai bahwa teguran Ford tetap relevan hingga hari ini, karena deforestasi, pembukaan lahan, dan aktivitas tambang dianggap sebagai faktor utama yang memperparah skala bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Tanggapan lo? #feovle #fyp #fypシ゚ #indonesia
Janji yang Tertinggal, Hutan yang Terus Menangis
Zulkifli sempat berjanji akan menangani persoalan Tesso Nilo. Namun, dua belas tahun berlalu, data citra satelit menunjukkan deforestasi tidak berhenti. Kadang melambat, kadang melonjak—tetapi tidak pernah benar-benar terselesaikan.
Pemerintah berganti, jargon pembangunan berganti nama, namun narasinya tetap sama: hutan menjadi tumbal yang paling mudah dikorbankan atas nama “investasi masa depan” dan “proyek strategis”.
Indonesia terus menanggung tagihannya. Dari banjir bandang, longsor, hingga kabut asap yang seperti memiliki jadwal rutin tahunan.
Maka pertanyaan Harrison Ford—yang dulu dianggap ledakan emosi sesaat—kini terasa lebih relevan, lebih tajam, dan lebih menuntut jawaban:
Sampai kapan hutan Indonesia harus terus menangis di bawah bayang-bayang kemajuan yang tidak pernah benar-benar berpihak pada alam?***
Penulis : Bar Bernad


























