Hashim Cerita Kemarahan Prabowo: Integritas Negara Terancam, Pimpinan Bursa Diminta Mundur

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, membeberkan kondisi internal istana terkait merosotnya kinerja pasar modal Indonesia.

Hashim bercerita bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah marah besar akibat penurunan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dinilai mencederai kehormatan negara.

Dalam forum ASEAN Climate Forum di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/2/2026), Hashim mengungkapkan bahwa Presiden sangat mengkhawatirkan nasib para investor, terutama investor ritel yang menjadi korban anomali pasar.

Sinyal Perombakan Regulator

Hashim menceritakan bahwa situasi pasar modal seminggu terakhir telah mencapai titik kritis. Hal ini berbuntut pada tuntutan pertanggungjawaban dari para pemangku kebijakan di sektor keuangan.

“Kita semua tahu apa yang terjadi minggu lalu, bukan? Morgan Stanley, kejatuhan pasar saham… Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” ungkap Hashim di hadapan para pelaku pasar.

Ia menekankan bahwa bagi Presiden Prabowo, pasar modal bukan sekadar angka, melainkan cerminan martabat Republik Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap para pimpinan regulator pasar modal.

Soroti “Anomali Konyol” di Bursa

Hashim juga bercerita mengenai kegeraman Presiden terhadap adanya saham-saham dengan rasio harga terhadap laba (Price to Earnings Ratio) yang tidak masuk akal, bahkan mencapai ribuan kali.

Hal ini dipandang sebagai indikasi kuat adanya praktik “goreng saham” atau penipuan yang dibiarkan.

“Ada sesuatu yang salah. Ketika Anda melihat semua anomali yang konyol ini, ini adalah red flag (tanda bahaya). Harapan Presiden Prabowo adalah agar Anda (regulator) tetap mengawasi dan tidak membiarkan pihak mana pun menipu investor,” tegasnya.

Taruhan Reputasi Nasional

Menutup ceritanya, Hashim menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh menjaga integritas pasar, termasuk pasar karbon yang baru berkembang. Ia mengingatkan bahwa reputasi Indonesia di mata investor dunia sedang dipertaruhkan.

“Presiden sangat marah karena kehormatan negara kita dipertaruhkan. Integritas OJK dan BEI kini berada dalam taruhan besar,” pungkas Hashim.

Langkah tegas Presiden ini diprediksi akan segera diikuti dengan langkah-langkah strategis untuk membersihkan pasar modal dari praktik-praktik kriminal demi melindungi masyarakat kecil.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praperadilan Ditolak, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan di KPK
Konflik Agraria Kampung Pilar Bekasi Dibawa ke Senayan, Warga Serahkan Berkas Sengketa ke DPR RI
Standar Kelayakan Bermasalah, BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Pulau Jawa
Siasat Teheran dan Penumpukan Cadangan Beijing: 11,7 Juta Barel Minyak Iran Menembus Blokade Selat Hormuz
Iran Tutup Total Selat Hormuz bagi Sekutu AS-Israel, Targetkan Serangan Langsung
Eks Menag Yaqut Dipanggil KPK sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Usai Praperadilannya Ditolak 
Dunia di Ambang Krisis: 85 Negara Naikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Israel vs Iran, Vietnam Terparah!
Plot Twist Kasus Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Klaim Temuan Baru dan Resmi Ajukan Damai ke Polda Metro

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:08 WIB

Praperadilan Ditolak, Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan di KPK

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:25 WIB

Konflik Agraria Kampung Pilar Bekasi Dibawa ke Senayan, Warga Serahkan Berkas Sengketa ke DPR RI

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:02 WIB

Standar Kelayakan Bermasalah, BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Pulau Jawa

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:48 WIB

Siasat Teheran dan Penumpukan Cadangan Beijing: 11,7 Juta Barel Minyak Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:30 WIB

Eks Menag Yaqut Dipanggil KPK sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Usai Praperadilannya Ditolak 

Berita Terbaru