BEKASI, Mevin.ID – Warga Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya muara (Crocodylus porosus) berukuran raksasa di lahan pertanian warga.
Predator dengan panjang mencapai 3 meter dan berat sekitar 150 kilogram tersebut berhasil dievakuasi pada Sabtu (7/2/2026).
Insiden ini sempat mencekam setelah buaya tersebut dilaporkan menyerang pasangan suami istri (pasutri) yang hendak berkebun pada pagi hari.
Beruntung, kedua warga tersebut berhasil menyelamatkan diri sebelum sang predator berhasil menerkam.
Proses Evakuasi yang Dramatis
Buaya yang diperkirakan berusia 7 tahun ini sempat menunjukkan perlawanan. Saat upaya penangkapan pertama, hewan buas ini berhasil melarikan diri ke aliran Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL).
Namun, naluri predator tersebut membawanya kembali naik ke daratan pada siang harinya. Komunitas pecinta reptil bersama warga sekitar akhirnya berhasil melumpuhkan buaya tersebut menggunakan alat jerat khusus.
Diduga Agresif Karena Hendak Bertelur
Relawan Polisi Satwa yang turun ke lokasi memberikan penjelasan ilmiah terkait perilaku agresif buaya tersebut.
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat sarang di sekitar lokasi penemuan yang mengindikasikan bahwa buaya betina ini sedang dalam fase reproduksi.
“Buaya cenderung menjadi sangat protektif dan agresif terhadap teritorinya saat hendak bertelur. Ia akan menyerang siapa saja yang dianggap sebagai ancaman bagi sarangnya,” jelas perwakilan relawan.
Dievakuasi ke Markas Polisi Satwa
Untuk menjamin keamanan warga dan keselamatan satwa itu sendiri, buaya tersebut kini telah dibawa ke Markas Polisi Satwa di Depok, Jawa Barat.
Pihak berwenang merencanakan untuk melepasliarkan kembali hewan dilindungi ini ke habitat alami yang jauh dari jangkauan permukiman manusia.
Warga Babelan kini diimbau untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai atau lahan yang berbatasan langsung dengan perairan, guna mengantisipasi kemungkinan adanya buaya lain di wilayah tersebut.***
Penulis : Bar Bernad


























