Houthi Ancam Serang Kapal Israel Jika Blokade Bantuan Gaza Berlanjut

- Redaksi

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam 24 jam, tujuh anak di Gaza meninggal akibat cuaca dingin ekstrem
Jalur Gaza telah menjadi “kuburan” bagi anak-anak di tengah serangan tanpa henti Israel terhadap wilayah tersebut, ujar Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Rabu (20/11/2024).

Dalam 24 jam, tujuh anak di Gaza meninggal akibat cuaca dingin ekstrem Jalur Gaza telah menjadi “kuburan” bagi anak-anak di tengah serangan tanpa henti Israel terhadap wilayah tersebut, ujar Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Rabu (20/11/2024).

Sanaa, Mevin.ID – Pemimpin Houthi Yaman, Abdulmalik al-Houthi, pada Senin (10/3) mengumumkan bahwa kelompoknya sedang mempersiapkan serangkaian operasi militer terhadap kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel jika bantuan kemanusiaan tidak sampai ke Gaza dalam tenggat waktu empat hari, seperti yang dia tetapkan pada pekan lalu.

“Kami tetap berpegang pada tenggat waktu kami untuk masuknya bantuan ke Jalur Gaza, dan angkatan bersenjata kami siap untuk melaksanakan operasi,” kata al-Houthi dalam sebuah pidato yang disiarkan lewat saluran televisi Al-Masirah milik kelompok tersebut.

Pemimpin Houthi itu sebelumnya telah mengeluarkan ultimatum empat hari kepada para mediator Israel dan Hamas untuk memfasilitasi dilanjutkannya kembali pengiriman bantuan ke Gaza. Tenggat waktu ini akan berakhir pada Selasa (11/3).

Kelompok Houthi, yang mengendalikan sebagian besar wilayah utara Yaman termasuk Sanaa, ibu kota negara tersebut, telah melancarkan serangan drone dan roket terhadap kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel di Laut Merah dan kota-kota Israel sejak November 2023, sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di tengah konflik Israel-Hamas yang masih berlangsung.

Sebagai tanggapan, Israel telah melakukan serangan balasan yang menargetkan lokasi-lokasi militer Houthi di Sanaa dan Hodeidah, sebuah kota pelabuhan di Laut Merah.

Serangan Houthi berhenti setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Namun, kelompok itu kini mengancam akan melanjutkan operasi-operasinya jika blokade di Gaza tidak dicabut.***

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Xinhua

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS
Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan
Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:00 WIB

Profil Kezia Syifa: Rela Status WNI Dicoret, Mantap Menjadi Tentara AS

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:55 WIB

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Berita Terbaru