Hujan Deras Picu Longsor di 4 Desa Cianjur, 15 Rumah Rusak dan Akses Jalan Terputus

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR, Mevin.ID – Bencana tanah longsor yang dipicu hujan deras melanda empat desa di Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu (4/2/2026).

Peristiwa ini mengakibatkan 15 rumah rusak tertimbun material longsor dan memutus akses jalan utama penghubung antar-kecamatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, longsor terjadi di enam titik pada empat desa, yaitu Desa Campakamulya, Campakawarna, Sukasirna, dan Cibanggala. Tiga titik di antaranya mengenai pemukiman warga, sedangkan tiga titik lainnya menutup ruas jalan.

15 KK Mengungsi

Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 36 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak tertimbun material longsor. Penanganan darurat segera dilakukan oleh petugas gabungan TNI, Polri, dan relawan.

“Longsor terparah terjadi di Desa Campakawarna, di mana belasan rumah warga dan sebuah tempat ibadah tertimbun. Akses utama penghubung antardesa juga terputus,” jelas Iwan.

BPBD Cianjur telah berkoordinasi dengan Dinas Pemukiman dan Tata Ruang setempat untuk menurunkan alat berat guna membuka kembali jalan yang tertutup material longsor dengan ketebalan lebih dari satu meter.

Jalur tersebut merupakan akses tercepat menuju jalan kabupaten dan provinsi di wilayah selatan Cianjur.

“Kami targetkan akses jalan bisa normal kembali pada Rabu petang ini, agar aktivitas warga, termasuk siswa yang berangkat dan pulang sekolah, tidak terganggu,” ucap Iwan.

Pemicu Longsor

Camat Campakamulya, Acep Sopiandi, menjelaskan bahwa bencana terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung lebih dari empat jam. Kontur tanah di wilayahnya yang labil memperparah dampak yang terjadi.

“Longsor menyebabkan 15 rumah rusak dan tiga titik jalan tertutup. Saat ini, 36 jiwa telah mengungsi ke lokasi yang aman, sementara proses penanganan masih berlangsung,” kata Acep.

BPBD dan instansi terkait terus memantau perkembangan serta melakukan pendampingan terhadap warga terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus
Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat
Seruan Setop Bayar Pajak Kendaraan: Pemprov Jateng Kalang Kabut, Siapkan Diskon 5 Persen
Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak
Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan
WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”
Transformasi Regulasi Cagar Budaya dan Implikasi Yuridis Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung
Tragedi Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung: Terungkap Korban Alami Perundungan Sejak SD

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polisi Majalengka Gerebek Kontrakan di Babakan Jawa, Pengedar Sabu 11 Gram Berhasil Diringkus

Senin, 16 Februari 2026 - 20:59 WIB

Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

Senin, 16 Februari 2026 - 19:31 WIB

Tragis di Bojongsoang, Sakit Hati Dihina, Suami Tega Habisi Nyawa Istri di Depan Sang Anak

Senin, 16 Februari 2026 - 19:07 WIB

Investasi Bodong Aplikasi MBA Pangandaran, Polda Jabar Dibanjiri Laporan

Senin, 16 Februari 2026 - 15:02 WIB

WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

Berita Terbaru