Iduladha 2025: Lebih dari Sekadar Kurban, Ini Makna yang Perlu Diingat

- Redaksi

Jumat, 6 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kesehatan mulut sapi kurban yang dijual di Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Rabu (28/5/2025). ANTARA FOTO/Putra M. Akba/gp

Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kesehatan mulut sapi kurban yang dijual di Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Rabu (28/5/2025). ANTARA FOTO/Putra M. Akba/gp

Bandung, Mevin.ID – Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, Iduladha menjadi salah satu momen paling sakral dalam Islam.

Tak hanya menandai puncak ibadah haji di Tanah Suci, Iduladha juga mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk merenungkan arti pengorbanan dan ketaatan.

Awal Mula Iduladha: Ujian yang Menjadi Teladan

Sejarah Iduladha bermula dari kisah Nabi Ibrahim AS yang menerima perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS, sebagai bentuk ujian iman. Keduanya menerima perintah itu dengan lapang dada.

Namun, Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk penghargaan atas ketundukan dan keikhlasan mereka.

Peristiwa inilah yang dikenang setiap tahunnya melalui penyembelihan hewan kurban—sebuah simbol nyata dari ketaatan tanpa syarat kepada perintah Ilahi.

Makna Kurban yang Lebih Dalam

Iduladha bukan sekadar tentang daging kurban. Ibadah ini mengajarkan nilai universal:

  • Berani berkorban demi kebaikan yang lebih besar,
  • Ikhlas menjalankan perintah meski terasa berat,
  • Peduli pada sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.

Melalui pembagian daging kurban, umat Islam diajak mempererat solidaritas sosial dan menebar kebahagiaan, terutama kepada fakir miskin.

Tradisi dan Amalan yang Dilakukan

Perayaan Iduladha dimulai dengan salat Id berjamaah di pagi hari, biasanya di lapangan terbuka atau masjid.

Setelahnya, umat Islam menyembelih hewan kurban—kambing, sapi, atau unta—yang kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan.

Bagi yang mampu secara fisik dan finansial, Iduladha juga merupakan waktu puncak pelaksanaan ibadah haji di Makkah, rukun Islam kelima yang menjadi impian banyak Muslim.

Refleksi: Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Transformasi Diri

Iduladha bukan hanya rutinitas tahunan, tapi pengingat spiritual bahwa kehidupan butuh pengorbanan dan empati.

Di tengah dunia modern yang penuh distraksi, kisah Nabi Ibrahim dan Ismail menyadarkan kita bahwa iman sejati hadir lewat tindakan nyata—bukan sekadar ucapan.

Selamat Hari Raya Iduladha 1446 H.

Semoga semangat pengorbanan dan kepedulian terus hidup di hati dan tindakan kita sehari-hari.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Pertumbuhan Ekonomi Tak Lagi Menetes: Bukan Takdir, Tapi Soal Desain Kebijakan
Membedah Peluang Emas “Gentengisasi” bagi Kebangkitan Ekonomi Rakyat Majalengka
Pena Terakhir untuk Mama Reti: Luka di Balik Surat Perpisahan dari Ngada
Bukan Krisis, Tapi Ujian Kepercayaan Pasar
Insiden Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Sepanjang Januari 2026
Ada Apa dengan BEI dan OJK? Ketika Kepercayaan Pasar Diuji, Negara Harus Hadir Menenangkan
Menagih Janji di Balik Etalase Bandung Utama
Sesar Lembang: Literasi Kebencanaan yang Terabaikan

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:45 WIB

Ketika Pertumbuhan Ekonomi Tak Lagi Menetes: Bukan Takdir, Tapi Soal Desain Kebijakan

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:23 WIB

Membedah Peluang Emas “Gentengisasi” bagi Kebangkitan Ekonomi Rakyat Majalengka

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:30 WIB

Pena Terakhir untuk Mama Reti: Luka di Balik Surat Perpisahan dari Ngada

Senin, 2 Februari 2026 - 20:46 WIB

Bukan Krisis, Tapi Ujian Kepercayaan Pasar

Senin, 2 Februari 2026 - 08:48 WIB

Insiden Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Sepanjang Januari 2026

Berita Terbaru