Jakarta, Mevin.ID — India mencatat prestasi mengejutkan dalam laporan World Population Review 2025. Negara tersebut menempati posisi kedua dunia sebagai negara paling rajin membaca, dengan rata-rata 352 jam per tahun, hanya terpaut lima jam dari Amerika Serikat di posisi pertama dengan 357 jam per tahun.
India menjadi satu-satunya negara non-maju di luar Eropa yang masuk dalam daftar sepuluh besar dunia dalam hal minat baca. Capaian ini mencerminkan budaya literasi yang kuat di masyarakat India, mulai dari akses buku murah, perpustakaan kota yang aktif, hingga komunitas belajar berbasis masyarakat.
Sementara itu di Asia Tenggara, Singapura menduduki posisi ke-13 dunia dengan rata-rata 155 jam membaca per tahun. Indonesia berada jauh di peringkat ke-30, dengan rata-rata hanya 129 jam per tahun.
Minat baca masyarakat Indonesia yang rendah kerap dikaitkan dengan lemahnya budaya literasi keluarga, terbatasnya fasilitas perpustakaan, serta meningkatnya konsumsi media digital berbasis visual.
Berikut daftar 10 negara dengan rata-rata waktu membaca tertinggi di dunia versi World Population Review 2025:
- Amerika Serikat – 357 jam/tahun
- India – 352 jam/tahun
- Britania Raya – 343 jam/tahun
- Prancis – 305 jam/tahun
- Italia – 278 jam/tahun
- Rusia – 223 jam/tahun
- Australia – 217 jam/tahun
- Spanyol – 187 jam/tahun
- Belanda – 187 jam/tahun
- Swiss – 157 jam/tahun
Laporan tersebut juga mencatat tren pergeseran kebiasaan membaca pascapandemi 2020, di mana semakin banyak orang beralih ke buku digital dan platform baca daring, menggantikan buku cetak yang sebelumnya lebih dominan.
Selain itu, tingkat pendidikan disebut berbanding lurus dengan minat baca — semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula waktu yang dihabiskan untuk membaca.***


























