Indonesia Berpotensi jadi Pemasok Kebutuhan Fesyen Muslim

- Redaksi

Kamis, 20 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita dalam acara pembukaan MUFFEST+ 2025 di Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita dalam acara pembukaan MUFFEST+ 2025 di Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).

Jakarta, Mevin.ID – Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita menyampaikan Indonesia berpotensi jadi pemasok fesyen muslim baik di dalam maupun luar negeri.

“Indonesia sendiri memiliki potensi besar dalam memasok kebutuhan fashion muslim baik pada pasar dalam negeri maupun luar negeri,” kata Reni Yanita, dalam acara pembukaan MUFFEST+ 2025 di Jakarta, Kamis.

Reni Yanita menjelaskan berdasarkan data State of Global Islamic Economy Report tahun 2023-2024, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara yang mendominasi ekosistem fesyen muslim setelah Turki dan Malaysia.

Namun, ekspor produk fesyen ke negara Organisation Islamic Cooperation pada tahun 2022, masih didominasi oleh negara China, Turki dan India.

“Jadi kita hanya mendominasi di ekosistemnya tetapi kita belum berhasil menjadi tiga besar untuk ekspornya. Ini juga jadi tantangan kita bersama bagaimana pasar dunia yang begitu besar ini bisa kita optimalkan,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya potensi pasar dan perkembangan industri fesyen muslim yang ada, Indonesia harus optimistis terus berkembang, baik di pasar domestik maupun global, salah satunya dengan mengaktualisasi melalui keikutsertaan pada ajang-ajang pameran.

Melalui keikutsertaan dalam pameran, dapat menunjukkan kualitas dan potensi industri fesyen muslim di Indonesia, sekaligus memperkenalkan inovasi dan desain terkini kepada pasar global.

Lebih lanjut, dia mengajak kepada seluruh pelaku usaha fesyen muslim untuk terus mengembangkan produk yang dihasilkan sehingga dapat bersaing baik di pasar lokal maupun global, serta dapat bekerja sama dengan industri pakaian jadi dalam negeri.

“Jadi dengan tumbuhnya desainer-desainer muda, kemudian kita gabungkan dengan industri fesyen yang ada. Kemudian ikut di ajang-ajang pameran,” ucapnya.

Reni Yanita menjelaskan bahwa pasar ekonomi Islam di dunia memiliki peluang besar untuk tumbuh pada tahun mendatang.

Berdasarkan data State of Global Islamic Economic Report tahun 2023-2024, pada tahun 2027 mendatang diprediksi pengeluaran konsumen terhadap 6 sektor komoditas dapat mencapai 3,1 triliun dolar AS, dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu hanya 2,29 triliun dolar AS.

Adapun dari 6 sektor ekonomi Islam yang mencakup makanan, fesyen, media dan rekreasi, travel, farmasi, dan kosmetik, sektor fesyen muslim ini menempati posisi kedua tertinggi.

Selain itu, konsumsi fesyen muslim di dunia juga diprediksi tumbuh, yang mana pada tahun 2027 mendatang diprediksi mencapai 428 miliar dolar AS.

“Jadi dari angka 3,1 triliun ini yang bisa diambil oleh fesyen muslim hampir 15 persennya,” ujarnya.

Menurut dia, potensi pasar produk halal di Indonesia juga sangat besar. Hal ini lantaran hampir 87 persen penduduk Indonesia beragama Islam dan masuk terbesar di dunia.

“Proyeksi konsumsi barang atau jasa halal di Indonesia pada tahun 2025 ini mencapai 330,5 miliar dolar AS dan sektor pakaian jadi menjadi sektor tertinggi kedua yang dikonsumsi pada pasar syariah Indonesia,” jelasnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Krisis Populasi Pria, Wanita di Latvia Kini Tren ‘Sewa Suami’ untuk Urusan Rumah Tangga
Belajar dari Aurelie & Kim Sae-ron: Membedakan Kasih Sayang dan Jeratan Child Grooming
Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat
Eksoskeleton, Temuan Terbaru BRIN untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke, Simak Lebih Jelasnya di Sini
Hati-Hati Janji Cinta Palsu! Bawa Lari Perempuan Kini Terancam 9 Tahun Penjara dalam KUHP Baru
Resmi! Situ Cipanten Jadi Rumah Baru Ribuan Ikan Koi Senilai Rp3 Miliar.
Indonesia Peringkat 1 Dunia Negara Paling Bahagia & Sejahtera Versi Harvard, Kok Bisa?
Bukan Salmon, Ikan Asli Indonesia Ini Ternyata Punya Kandungan Omega-3 Tertinggi di Dunia!

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:33 WIB

Krisis Populasi Pria, Wanita di Latvia Kini Tren ‘Sewa Suami’ untuk Urusan Rumah Tangga

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:47 WIB

Belajar dari Aurelie & Kim Sae-ron: Membedakan Kasih Sayang dan Jeratan Child Grooming

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:11 WIB

Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat

Senin, 12 Januari 2026 - 20:30 WIB

Eksoskeleton, Temuan Terbaru BRIN untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke, Simak Lebih Jelasnya di Sini

Senin, 12 Januari 2026 - 09:09 WIB

Hati-Hati Janji Cinta Palsu! Bawa Lari Perempuan Kini Terancam 9 Tahun Penjara dalam KUHP Baru

Berita Terbaru