Indonesia dan Vietnam Targetkan Transaksi Bilateral Rp294,1 Triliun pada 2028

- Redaksi

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam (PKV) To Lam (kiri) berjabat tangan dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta, Senin (10/3/2025). Kunjungan kenegaraan To Lam ke Indonesia tersebut menandai 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Vietnam. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom/pri.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam (PKV) To Lam (kiri) berjabat tangan dalam konferensi pers usai pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Jakarta, Jakarta, Senin (10/3/2025). Kunjungan kenegaraan To Lam ke Indonesia tersebut menandai 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Vietnam. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom/pri.

Jakarta, Mevin.ID – Pemerintah Indonesia dan Vietnam menargetkan peningkatan nilai transaksi bilateral menjadi 18 miliar dolar AS (sekitar Rp294,1 triliun) pada tahun 2028. Hal ini disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam pernyataan bersama Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/3).

“Kita setuju untuk mencapai hubungan ekonomi bilateral dengan target 18 miliar dolar AS pada tahun 2028,” ujar Presiden Prabowo. Target ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis komprehensif (comprehensive strategic partnership) antara kedua negara, yang telah terjalin sejak 1955.

Tiga Kesepakatan Kerja Sama Baru

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Vietnam menyepakati tiga kerja sama baru yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Ketiga kerja sama tersebut meliputi:

  1. Kerja Sama di Bidang Industri Perikanan: Kedua negara akan meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan industri perikanan, termasuk pertukaran teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
  2. Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Pelatihan Engineering, dan Ekonomi Digital: Indonesia dan Vietnam akan memperkuat kerja sama dalam pendidikan tinggi, pelatihan teknik, serta pengembangan ekonomi digital untuk mendukung transformasi digital di kedua negara.
  3. Kerja Sama Bank Sentral: Bank Indonesia dan Bank Sentral Vietnam akan memperkuat kerja sama dalam bidang keuangan dan moneter untuk mendukung stabilitas ekonomi dan perdagangan bilateral.

Perkuat Kerja Sama di Berbagai Bidang

Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Vietnam berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di hampir semua bidang, termasuk politik, ekonomi, pertahanan, keamanan, serta pertukaran budaya dan pendidikan. “Kita benar-benar ingin memperkuat dan melakukan kerja sama di hampir semua bidang. Hampir di semua bidang kita ingin tingkatkan kerja sama dan melakukan integrasi ekonomi yang baik,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti kesamaan sejarah dan nilai antara Indonesia dan Vietnam, khususnya dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. “Persamaan sejarah dan nilai, khususnya dalam melawan penjajahan, menjadi dasar kuat bagi hubungan kita,” katanya.

Momentum Menuju Kemitraan Strategis Komprehensif

Pertemuan bilateral ini dianggap sebagai momentum penting untuk meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu kemitraan strategis komprehensif. “Tahun ini harus dianggap sebagai momentum yang sangat baik untuk meningkatkan hubungan kita ke tingkat yang lebih tinggi, ke tingkat mitra strategis yang komprehensif,” kata Prabowo.

Selain itu, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dan Vietnam memiliki visi yang sama untuk mencapai kemakmuran dan menjadi negara maju pada tahun 2045. “Dengan visi yang sama, kita harus menata masa depan untuk membawa kemakmuran bagi bangsa kita,” ujarnya.

Dukungan untuk Integrasi Ekonomi Regional

Kerja sama antara Indonesia dan Vietnam juga diharapkan dapat memperkuat integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam kerangka ASEAN. Kedua negara berkomitmen untuk mendorong perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Harapan Ke Depan

Dengan kesepakatan ini, Indonesia dan Vietnam berharap dapat memperdalam hubungan bilateral yang saling menguntungkan, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan stabilitas regional. Target transaksi senilai 18 miliar dolar AS pada 2028 menjadi bukti komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang.

Pemerintah Indonesia juga berharap kerja sama ini dapat menjadi model bagi hubungan bilateral dengan negara-negara lain di kawasan, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS PBI Dinonaktifkan, Kebijakan Mensos Disorot! Nasib Pasien Kronis Bertaruh Nyawa 
Pasca OTT Depok: Ruang Pimpinan PN Disegel KPK, PT Bandung Ajukan Pengisian Jabatan Kosong
OTT Depok: KPK Amankan Ketua dan Wakil Ketua PN Terkait Sengketa Lahan Anak Usaha Kemenkeu
Tagih Hak Lingkungan Sehat, Warga Rawa Buntu Layangkan Gugatan Rp21,6 Miliar Terkait Polusi Sampah
Pramono Anung ke Andra Soni: Kalau Tangsel Belum Bisa Atasi Sampah, Jakarta Siap Bantu!
Status BPJS PBI Tiba-tiba Nonaktif? Dirut BPJS Kesehatan: Itu Wewenang Kemensos, Bukan Kami!
Langkah Awal Pengurus Baru Alumni Farmasi Pancasila: Pererat Silaturahmi, Bangun Sinergi dengan Almamater
Heboh Penonaktifan BPJS PBI, Mensos Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien!

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:52 WIB

BPJS PBI Dinonaktifkan, Kebijakan Mensos Disorot! Nasib Pasien Kronis Bertaruh Nyawa 

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:07 WIB

Pasca OTT Depok: Ruang Pimpinan PN Disegel KPK, PT Bandung Ajukan Pengisian Jabatan Kosong

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:05 WIB

OTT Depok: KPK Amankan Ketua dan Wakil Ketua PN Terkait Sengketa Lahan Anak Usaha Kemenkeu

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:58 WIB

Tagih Hak Lingkungan Sehat, Warga Rawa Buntu Layangkan Gugatan Rp21,6 Miliar Terkait Polusi Sampah

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:51 WIB

Pramono Anung ke Andra Soni: Kalau Tangsel Belum Bisa Atasi Sampah, Jakarta Siap Bantu!

Berita Terbaru