Indonesia Terjebak ‘Triple Planetary Crisis’, Menteri LH dan MUI Serukan Jihad Lawan Sampah Sungai

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memberikan keterangan pers usai melakukan pengecekan terhadap gudang pestisida di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/2/2026). ANTARA/Azmi Samsul M/aa.

i

Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq memberikan keterangan pers usai melakukan pengecekan terhadap gudang pestisida di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/2/2026). ANTARA/Azmi Samsul M/aa.

BOGOR, Mevin.ID – Indonesia kini berada di titik kritis lingkungan. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa tanah air sedang berada dalam pusaran triple planetary crisis atau tiga krisis utama global: krisis iklim, krisis pencemaran, dan krisis sampah.

Pernyataan tegas ini disampaikan Hanif di sela aksi bersih sungai dan penanaman pohon di aliran Sungai Cikeas, Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (15/2), bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Tantangan Nyata: Suhu Terpanas & Sungai Tercemar

Hanif mengungkapkan bahwa krisis ini bukan lagi sekadar isu internasional, melainkan ancaman nyata di depan mata. Merujuk data UNFCCC, tahun 2024 mencatat rekor suhu global terpanas sepanjang sejarah dengan kenaikan mencapai 1,4 derajat Celsius.

Kondisi ini diperparah dengan fakta memprihatinkan mengenai ekosistem air di Indonesia.

“Sepanjang saya bertugas, hampir tidak ada satu pun sungai kita yang benar-benar bersih dari sampah, baik plastik maupun limbah lainnya. Ini menjadi pekerjaan besar kita bersama,” ujar Hanif.

Ia menekankan bahwa penanganan sampah laut harus dimulai dari hulu. Pasalnya, mayoritas sampah yang mencemari laut bermula dari daratan yang jatuh ke sungai, yang kemudian memperburuk krisis iklim.

Kolaborasi Global dan Penegakan Hukum

Sebagai langkah nyata, pemerintah tengah memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui National Plastic Action Plan dan sinergi internasional.

Komitmen Hanif dalam menjaga lingkungan juga dibuktikan dengan langkah hukum tegas, termasuk menggugat perusahaan pestisida yang terbukti mencemari Sungai Cisadane.

MUI: Membuang Sampah ke Sungai Itu Haram!

Krisis lingkungan ini juga mendapat perhatian serius dari sisi moral dan religius. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Ekonomi MUI Pusat, Hazuarli Halim, menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah kewajiban agama.

Hazuarli mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan laut adalah akibat ulah manusia, dan masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk memulihkannya.

  • Fatwa Haram: MUI menegaskan bahwa membuang sampah sembarangan ke sungai, danau, dan laut adalah haram karena membawa mudarat (bahaya) bagi kesehatan dan kehidupan.
  • Dosa vs Pahala: “Menjaga lingkungan itu kewajiban dan berpahala, sementara mencemarkan lingkungan adalah haram dan berdosa,” tegas Hazuarli.

MUI berharap pendekatan keagamaan melalui dakwah dan literasi di masjid-masjid dapat mengubah perilaku masyarakat secara berkelanjutan agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Ringkasan Poin Utama HPSN 2026:

Masalah Utama

Dampak

Solusi yang Diusung

Krisis Iklim

Kenaikan suhu 1,4°C

Penanaman pohon & restorasi hulu.

Krisis Sampah

Pencemaran sungai ke laut

National Plastic Action Plan.

Krisis Moral

Kerusakan ekosistem

Fatwa Haram MUI & edukasi dakwah.

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​”Freddy Alex Damanik: Penyerangan Aktivis KontraS Bukan Kriminal Biasa, Harus Prioritas!”
Jelang Sidang Putusan Kasus YouTuber Resbob, Akankah Masyarakat Sunda Memaafkan?
Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Instruksi Langsung Presiden Prabowo, Kapolri: Usut Tuntas Kasus Air Keras Aktivis KontraS Secara Scientific
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 07:09 WIB

​”Freddy Alex Damanik: Penyerangan Aktivis KontraS Bukan Kriminal Biasa, Harus Prioritas!”

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:05 WIB

Jelang Sidang Putusan Kasus YouTuber Resbob, Akankah Masyarakat Sunda Memaafkan?

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:46 WIB

Instruksi Langsung Presiden Prabowo, Kapolri: Usut Tuntas Kasus Air Keras Aktivis KontraS Secara Scientific

Berita Terbaru