Indonesia-UAE Bahas Kerja Sama Sektor Energi

- Redaksi

Minggu, 2 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Energi dan Infrastruktur The United Arab Emirates/UAE (Persatuan Emirat Arab) Suhail Mohamed Al Mazrouei di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Energi dan Infrastruktur The United Arab Emirates/UAE (Persatuan Emirat Arab) Suhail Mohamed Al Mazrouei di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Jakarta, Mevin.ID – Pemerintah terus berupaya memaksimalkan potensi energi yang dimiliki Indonesia dan memastikan kebutuhan energi masyarakat Indonesia selalu terpenuhi.

Kerja sama dengan negara-negara mitra juga dijalin, tidak hanya untuk menguatkan sektor energi, tetapi juga demi kesejahteraan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Energi dan Infrastruktur The United Arab Emirates/UAE (Persatuan Emirat Arab) Suhail Mohamed Al Mazrouei di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Jumat (31/1/2025).

Kedatangan Menteri Suhail bertujuan untuk mendiskusikan potensi kerja sama strategis sektor energi antara kedua negara. Menteri Suhail menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara mitra yang strategis bagi Persatuan Emirat Arab.

Dengan adanya kesepakatan kerja sama ekonomi dalam kerangka Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA), Menteri Suhail menekankan terdapat banyak sektor yang dapat dikerjasamakan kedua negara, salah satunya terkait pengembangan sektor energi.

Menteri Suhail juga mengusulkan agar kedua negara memiliki program unggulan (champion) sektor energi seperti pengembangan pembangkit listrik dengan kapasitas besar hingga 100GW dan pembangunan data center.

“Kita memerlukan task force untuk memastikan kerja sama sektor energi kedua negara dapat terimplementasi”, ungkap Menteri Suhail.

Menanggapi hal tersebut, Menko Airlangga menyampaikan persetujuannya agar implementasi Persetujuan I-UAE CEPA dipercepat.

“Kita harus mempercepat implementasi kerja sama kita dan mulai mengeksplorasi sektor-sektor strategis salah satunya yakni Andaman Sea Project dan pembangunan data center di Pulau Batam atau Bintan,” ujar Menko Airlangga.

Sektor energi memang merupakan sektor yang menjadi perhatian antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab. Sebelumnya, terdapat kerja sama antar kedua negara yaitu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Cirata, Provinsi Jawa Barat.

Pengembangan PLTS tersebut merupakan kerja sama antara PLN dan Masdar yang merupakan perusahan Persatuan Emirat Arab yang bergerak di bidang energi bersih. Saat ini energi sebesar 145MWp telah dihasilkan oleh PLTS Cirata.

Lebih lanjut Menteri Suhail menjelaskan rencana internalnya untuk menyusun proposal kerja sama komprehensif pengembangan hilirisasi bauksit dan gas. Pengembangan komoditi tersebut penting bagi industri terutama alumunium dan pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas besar.

Pada akhir pertemuan, kedua Menteri sepakat untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan I-UAE CEPA, mengeksplorasi sektor strategis serta memastikan iklim bisnis yang baik bagi para pelaku usaha di kedua negara. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danantara Umumkan 8 Raksasa Dunia Lolos Tender Proyek ‘Sampah Jadi Listrik’ di 4 Kota Indonesia
Utang RI Tembus Rp 9.637 Triliun, Menkeu Purbaya: Demi Menjaga Ekonomi dari Krisis
Aturan Baru! Menkeu Purbaya Wajibkan 58% Dana Desa 2026 untuk Koperasi Merah Putih
Danantara Indonesia Siapkan Rp202,4 Triliun untuk 4 Proyek Strategis di 2026
KLH Segel Pabrik Kertas PT Panca Kraft Pratama di Tangerang Akibat Pencemaran Udara
Menjelajah Galery Salapak: Etalase Mimpi UMKM Bandung, dari Seblak hingga Menembus Labuan Bajo
Transformasi Besar BUMN 2026, Danantara Targetkan Pangkas 1.043 Perusahaan Menjadi 300 Tanpa PHK
Projo Desak Percepatan “Tech-Savvy Farming” Guna Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 20:43 WIB

Danantara Umumkan 8 Raksasa Dunia Lolos Tender Proyek ‘Sampah Jadi Listrik’ di 4 Kota Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:26 WIB

Utang RI Tembus Rp 9.637 Triliun, Menkeu Purbaya: Demi Menjaga Ekonomi dari Krisis

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:10 WIB

Aturan Baru! Menkeu Purbaya Wajibkan 58% Dana Desa 2026 untuk Koperasi Merah Putih

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:17 WIB

Danantara Indonesia Siapkan Rp202,4 Triliun untuk 4 Proyek Strategis di 2026

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:02 WIB

KLH Segel Pabrik Kertas PT Panca Kraft Pratama di Tangerang Akibat Pencemaran Udara

Berita Terbaru