Indonesia Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Bahaya Nira Mentah dan Bekas Gigitan Kelelawar

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta membantu penumpang mengisi aplikasi ALL Indonesia setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (30/1/2026).

Petugas dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta membantu penumpang mengisi aplikasi ALL Indonesia setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (30/1/2026).

JAKARTA, Mevin.ID  – Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus konfirmasi di tanah air, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Virus Nipah.

Langkah antisipasi ini diambil menyusul laporan adanya dua kasus baru yang menginfeksi tenaga kesehatan di Distrik North 24 Parganas, India, per 26 Januari 2026 lalu.

Ancaman dari Inang Alami

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa Virus Nipah adalah penyakit zoonotik (menular dari hewan ke manusia) yang inang alaminya adalah kelelawar buah (Pteropus sp.).

“Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi di Indonesia. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat posisi geografis kita dan tingginya mobilitas antarnegara,” ujar Murti dalam keterangan resminya, Minggu (1/2/2026).

Penelitian di Indonesia sendiri telah menemukan bukti serologis adanya virus ini pada kelelawar buah lokal, yang berarti sumber penularan sebenarnya sudah ada di sekitar kita.

Gejala: Dari Flu hingga Peradangan Otak

Masyarakat perlu mengenali bahwa manifestasi klinis Virus Nipah sangat bervariasi. Penyakit ini bisa menyerang sistem pernapasan maupun saraf dengan gejala antara lain:

  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan hingga berat.
  • Ensefalitis atau peradangan otak yang fatal dan berisiko kematian.
  • Penularan antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita.

Tips Pencegahan: Jangan Asal Minum Nira

Salah satu poin krusial yang ditekanan Kemenkes adalah kebiasaan mengonsumsi hasil alam. Virus Nipah dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar.

Berikut adalah panduan pencegahan dari Kemenkes:

  • Masak Nira/Aren: Hindari meminum air nira langsung dari pohonnya. Pastikan dimasak hingga mendidih karena kelelawar sering menyambangi sadapan nira pada malam hari.
  • Sortir Buah: Cuci bersih dan kupas buah secara menyeluruh. Jangan mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan hewan.
  • Pantau Gejala: Segera verifikasi ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala serupa pneumonia atau meningitis tanpa sebab yang jelas.

“Dinas Kesehatan di seluruh tingkatan telah kami instruksikan untuk memantau tren kasus suspek seperti ILI (Influenza Like Illness) dan pneumonia guna deteksi dini,” tambah Murti.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan di India masih mengarantina lebih dari 120 kontak erat untuk memutus rantai penularan.

Bagi masyarakat Indonesia, kuncinya tetap satu: menjaga kebersihan pangan dan tetap waspada tanpa perlu panik berlebihan.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Antara

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Unik! Di Majalengka, Ikan Lele Disulap Jadi Dessert hingga Minuman Segar Tanpa Bau Amis
Gunung Pantun Stone: “Surga Tersembunyi” Hanya 10 Menit dari Pusat Kota Majalengka yang Butuh Sentuhan Ekstra
Menanam Budaya Kopi yang Kuat di Kalangan Anak Muda Bandung
Jasinga “Rafting” Tanpa Pelampung: Saat Nyali Bertemu Kearifan Arus
Curug Bugbrug Cisarua Ditutup, Menyertai Duka Bencana Pasirlangu
Krisis Populasi Pria, Wanita di Latvia Kini Tren ‘Sewa Suami’ untuk Urusan Rumah Tangga
Belajar dari Aurelie & Kim Sae-ron: Membedakan Kasih Sayang dan Jeratan Child Grooming
Viral di Medsos, Kebun Ubi Cikoneng Cileunyi Mendadak Ramai Dikunjungi, Ekonomi Warga Menggeliat

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 12:11 WIB

Unik! Di Majalengka, Ikan Lele Disulap Jadi Dessert hingga Minuman Segar Tanpa Bau Amis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:31 WIB

Gunung Pantun Stone: “Surga Tersembunyi” Hanya 10 Menit dari Pusat Kota Majalengka yang Butuh Sentuhan Ekstra

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:30 WIB

Menanam Budaya Kopi yang Kuat di Kalangan Anak Muda Bandung

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:55 WIB

Indonesia Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Bahaya Nira Mentah dan Bekas Gigitan Kelelawar

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:32 WIB

Jasinga “Rafting” Tanpa Pelampung: Saat Nyali Bertemu Kearifan Arus

Berita Terbaru