Ini 8 Festival Musik yang Diadakan di Alam Terbuka

- Redaksi

Minggu, 12 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jazz Gunung Bromo diadakan sejak tahun 2009 dipanggung terbuka Hotel Jiwa Jawa Resort Bromo (Java Banana) Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

i

Jazz Gunung Bromo diadakan sejak tahun 2009 dipanggung terbuka Hotel Jiwa Jawa Resort Bromo (Java Banana) Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

Mevin.ID – Festival musik seringnya diilhami oleh tema pemersatu seperti musik nasional, musik modern, atau promosi karya komposer terkemuka. Tak ada yang bisa mengalahkan euforia menonton konser musisi favorit secara langsung, bahkan saat konser sudah selesai, biasanya penonton masih merasakan euforia konser hingga berhari-hari kemudian. Apalagi konser yang kamu datangi punya konsep unik seperti konser yang diadakan di tengah alam. Mendengar konser di alam terbuka memiliki sensasi tersendiri bagi penikmatnya. Itu sebabnya, semakin banyak festival musik yang diadakan di alam terbuka.

Berikut festival musik di Indonesia yang diadakan di alam terbuka:

1. Jazz Gunung Bromo

Gunung Bromo sudah sejak lama menjadi destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Pesona gunung ini semakin menarik ketika indahnya panorama pegunungan diselingi alunan musik jazz yang dibawakan para musisi ternama tanah air dan mancanegara. Acara yang digelar setiap tahun ini layak disaksikan minimal sekali seumur hidup untuk kamu yang mengaku pecinta musik jazz sejati. Kapan lagi menikmati musik jazz berlatang belakang pegunungan Bromo yang indah?

Jazz Gunung Bromo diadakan sejak tahun 2009 dipanggung terbuka Hotel Jiwa Jawa Resort Bromo (Java Banana) Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.

2. Jazz Pinggir kali Purbalingga

Festival ini menjadi salah satu bentuk dari gerakan menumbuhkan kecintaan kepada sungai. Itu sebabnya disebut sebagai Festival JazzGirLi yang dikemas menjadi festival musik dengan konsep perkemahan 3 hari 2 malam. Kegiatannya berupa sarasehan tentang sungai, workshop menangani sampah sungai, penanaman pohon di tepian sungai, dan diakhiri dengan konser musik jazz dengan paduan alat musik modern dan alat musik daur ulang dari bahan sampah sungai.

3. Beach Jazz Festival Benyuwangi

Bukan hanya di pegunungan, konser musik jazz juga ada yang diadakan di pinggir pantai tepatnya di Banyuwangi. Beach Jazz Festival merupakan salah satu rangkaian peringatan ulang tahun Kabupaten Banyuwangi. Tak hanya konser musik, Beach Jazz Festival juga menjadi ajang untuk mempromosikan kota Banyuwangi. Beberapa musisi yang pernah tampil di acara ini adalah Tulus, Raisa, dan White Shoes and the Couples Company.

Banyuwangi Beach Jazz Festival

4. Mahakam Jazz Fiesta Samarinda

Musik jazz tampaknya sudah mulai membumi di Indonesia, terbukti dengan semakin banyaknya kota yang mengadakan festival musik jazz, termasuk Samarinda. Mahakam Jazz Fiesta merupakan salah satu acara musik jazz yang bertaraf internasional dan banyak diminati oleh para musisi maupun pecinta musik jazz. Konser unik di Indonesia ini digelar di pinggir Sungai Mahakam. Indahnya sungai Mahakam dan alunan jazz yang syahdu rasanya merupakan kenikmatan ganda bagi pecinta alam dan musik.

Mahakam Jazz Fiesta

5. Jazz Atas Awan Dieng

Jazz Atas Awan merupakan salah satu konser unik di Indonesia. Digelar di dataran tinggi Dieng, Jazz Atas Awan menjadi rangkaian acara Dieng Culture Festival yang biasanya diadakan pada bulan Juli hingga Agustus. Konsepnya yang unik membuat pagelaran ini menyedot perhatian dari berbagai wisatawan mancanegara. Selain menikmati syahdunya musik jazz, pengunjung pun dapat menikmati keindahan alam khas dataran tinggi Dieng.

Dieng Culture Festival atau juga dikenal dengan Festival Dieng merupakan pertunjukan yang memadukan keindahan alam, keunikan budaya, dan tradisi di Dataran Tinggi Dieng (Foto : Kemeparekraf. go.id)

6. Moker Camp di Kalimantan Barat 

Kota Pontianak juga mempunyai konser unik yang lokasinya menyatu dengan alam, yaitu Moker Camp yang diadakan di tepi pantai Pulau Temajo, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sesuai namanya, Moker Camp dibungkus seperti kegiatan kemah yang cocok untuk kamu yang menyukai kegiatan camping. Dalam event ini, Sobat Parekrafi bisa tidur di tenda, makan bersama, sampai menanam mangrove. Kegiatan yang paling ditunggu adalah malam api unggun di mana band-band indie Pontianak memainkan musiknya.

Komser musik pantai Moker Camp Kalimantan Barat

7. Eco Music Camp

Eco Music Camp digelar di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Sukamantri, Bogor. Konsepnya menyajikan konser pada penonton yang berkemah. Para peserta selama tiga hari dapat menikmati pagelaran dari musisi lokal hingga mancanegara, dari berbagai genre musik seperti religius hingga jazz. Selain panggung musik, diadakan pula workshop dan coaching clinic serta diskusi dan pemutaran film.

Konser Eco Music Camp diselenggarakan di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Sukamantri, Bogor.

8. Haneut Moyan (Hamoy) Bandung 

Haneut Moyan merupakam kegiatan kampanye pelestarian lingkungan yang didalamnya ada konser musik lingkungan. Musik dan lagu yang dibawakan para musisi lebih kepada lagu yang bertemakan pelestarian lingkungan hidup.

Acara Haneit Moyan dari Anak Kali Citarum Foundation di Rahong Pangalengan Bandung

Acara konser lingkungan ini diadakan hampir setiap tahun di akhir tahun oleh sebuah yayasan yang bergerak di lingkungan hidup, Anak Kali Citarum Foundation, yang dikomandoi oleh musisi balada Budi Cilok. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Mardisoe

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patung Raksasa Trump dan Netanyahu Hiasi Karnaval Sciacca, Refleksi Tajam Politik Dunia
Buntut Konten ‘Ghibah’, YouTuber Resbob dan Bigmo Resmi Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha
Cinta Laura “Sentil” Beasiswa LPDP: Anak Orang Kaya Banget Harusnya Bayar Sendiri!
Haus Validasi Berujung Petaka, Drama Paspor WNA dan “Flexing” Fasilitas Negara Dwi Sasetyaningtyas
A Knight of the Seven Kingdoms’ – Kembalinya Keajaiban Westeros dengan Rasa yang Lebih Personal
Ubah Sampah Jadi Karya Artistik: Ika Ismurdiyahwati Gelar Pameran Tunggal “Transformation” di Bandung
Sinema Indonesia Jadi Sorotan Dunia: Berkat AI, Kualitas Produksi Sineas Lokal Diprediksi Setara Hollywood
Tampilkan Data Primer yang Akurat, Buku Ensiklopedia Sastra Nusantara tak Khawatir Tersaingi AI & Wikipedia

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:20 WIB

Patung Raksasa Trump dan Netanyahu Hiasi Karnaval Sciacca, Refleksi Tajam Politik Dunia

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:05 WIB

Buntut Konten ‘Ghibah’, YouTuber Resbob dan Bigmo Resmi Jadi Tersangka Fitnah Azizah Salsha

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:50 WIB

Cinta Laura “Sentil” Beasiswa LPDP: Anak Orang Kaya Banget Harusnya Bayar Sendiri!

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:47 WIB

Haus Validasi Berujung Petaka, Drama Paspor WNA dan “Flexing” Fasilitas Negara Dwi Sasetyaningtyas

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:37 WIB

A Knight of the Seven Kingdoms’ – Kembalinya Keajaiban Westeros dengan Rasa yang Lebih Personal

Berita Terbaru