Ini Profil HM Kunang: Dari Jawara Legendaris Cikarang hingga Terjerat “Rompi Oranye” Bersama Sang Anak

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang

Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang

Bekasi, Mevin.ID – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 17–18 Desember 2025 tidak hanya meruntuhkan karier politik Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

Kasus ini juga menyeret sosok figur sentral di baliknya, yakni sang ayah, Haji Muhammad (HM) Kunang.

HM Kunang, yang dikenal luas sebagai “Jawara Bekasi”, kini harus menghadapi kenyataan pahit mengenakan rompi oranye bersama putra kandungnya setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (20/12/2025).

Sosok Legendaris Cikarang

Lahir pada 16 Juli 1957, pria berusia 68 tahun ini bukan orang sembarangan di Kabupaten Bekasi. Akrab disapa Abah Kunang atau Lurah Kunang, namanya telah melegenda di wilayah Cikarang jauh sebelum Ade Kuswara menjabat sebagai Bupati.

Julukan “Jawara” melekat padanya bukan tanpa alasan. Ia merupakan tokoh yang sangat disegani dalam dunia seni bela diri tradisional.

Pengaruhnya merambah ke berbagai lapisan masyarakat melalui organisasi yang didirikannya, seperti Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan.

Pilar Politik Ade Kuswara

Karier politik Ade Kuswara Kunang disebut-sebut tidak bisa dilepaskan dari peran besar sang ayah. HM Kunang merupakan mantan Kepala Desa Sukadami, sebuah wilayah strategis di Cikarang Selatan yang berbatasan langsung dengan pusat pemerintahan.

Jejaring yang dibangun HM Kunang selama puluhan tahun di desa tersebut menjadi modal kuat bagi Ade untuk melenggang ke kursi Bupati.

Ia dikenal sebagai sosok loyal keluarga yang menyediakan fasilitas bagi anak-anaknya di atas lahan seluas hampir dua hektare yang kini menjadi kompleks hunian keluarga.

Sisi Gelap di Balik Jabatan Kades

Namun, reputasi baiknya dalam pembangunan desa kini tercoreng. KPK mengungkap peran krusial HM Kunang dalam dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Meski berstatus sebagai Kepala Desa, ia diduga bertindak sebagai perantara suap senilai Rp14,2 miliar.

Mirisnya, dalam pemeriksaan KPK terungkap bahwa sang jawara diduga ikut meminta “jatah” proyek tanpa sepengetahuan Ade Kuswara.

Modus pemerasan dan suap ini akhirnya terendus tim penyidik KPK yang menyita barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah saat OTT.

“Tim mengamankan dan menyita barang bukti dalam bentuk uang tunai dalam jumlah ratusan juta,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Menambah Daftar Panjang Dinasti Korupsi

Tertangkapnya pasangan ayah dan anak ini menambah daftar kelam pemimpin daerah di Bekasi yang terjerat kasus korupsi, menyusul nama-nama seperti Mochtar Mohammad, Rahmat Effendi, hingga Neneng Hasanah Yasin.

Kini, sang jawara yang dulunya dihormati sebagai pelindung warga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pengaruh besar dan status “tokoh masyarakat” tidak menjadi jaminan seseorang kebal dari jeratan hukum jika terbukti menggerogoti uang negara.***

Facebook Comments Box

Penulis : Clendy Saputra

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH
Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan
Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar
Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan
Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata
Netizen Murka! Satwa Dilindungi Jadi Konten Joget, Otoritas Kejar Pelaku Hingga Jambi.
Kabar Baik! Bupati Bogor Temui Pendemo di Cigudeg: Kompensasi Cair Minggu Depan, Jalan Khusus Tambang Dikebut

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:13 WIB

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:44 WIB

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:54 WIB

Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:49 WIB

Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan

Senin, 12 Januari 2026 - 23:09 WIB

Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata

Berita Terbaru