Inovasi BRIN Terbaru: Tekstil Antibakteri dari Jeruk Nipis

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG SELATAN, Mevin.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkenalkan inovasi berbasis riset yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan efisiensi industri. Dua inovasi BRIN terbaru yang dihasilkan adalah tekstil antibakteri berbahan dasar jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan pelapis komposit nikel-kromium (Ni-Cr) untuk komponen boiler pembangkit listrik.

Inovasi tekstil antibakteri dikembangkan dengan memanfaatkan minyak atsiri jeruk nipis yang dikemas dalam teknologi mikrokapsul. Teknologi ini memungkinkan pelepasan senyawa antibakteri secara bertahap, sehingga meningkatkan ketahanan dan efektivitas fungsi antibakteri pada kain. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Tatang Wahyudi, menyatakan bahwa inovasi ini sangat relevan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan higienitas pasca pandemi.

“Minyak atsiri jeruk nipis menjadi alternatif agen antibakteri yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Tatang dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Tekstil fungsional ini berpotensi diaplikasikan pada berbagai produk, seperti pakaian medis, olahraga, militer, dan produk lain yang memerlukan sifat tambahan seperti kedap air, tahan api, serta perlindungan UV.

Sementara itu, BRIN juga mengembangkan pelapis komposit Ni-Cr menggunakan metode High Velocity Oxy-Fuel (HVOF). Pelapis ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan erosi pada komponen boiler pembangkit listrik tenaga uap, yang masih mengandalkan batu bara sebagai sumber energi utama. Peneliti Ahli Madya Erie Martides menjelaskan bahwa inovasi ini mampu memperpanjang usia pakai komponen, meningkatkan efisiensi pembangkit, serta mengurangi biaya perawatan.

Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN, Prof. Ratno Nuryadi, mengapresiasi kedua inovasi yang dipaparkan dalam webinar ORNAMAT ke-78. Ia menekankan pentingnya forum seperti ini sebagai wadah diseminasi riset dan kolaborasi lintas disiplin, baik di dalam maupun luar BRIN.

Kedua inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi tantangan kesehatan dan industri di Indonesia, sekaligus mendorong kemandirian teknologi nasional.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Atep K

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 
Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun
Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara
Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini
Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat
Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad
Rahasia Gizi Super Ikan Sidat: Omega 3 Tertinggi di Dunia Versi BRIN
Samsat Indramayu Luncurkan Kios-K, Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:15 WIB

Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:44 WIB

Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:44 WIB

Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:33 WIB

Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat

Berita Terbaru