TANGERANG SELATAN, Mevin.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkenalkan inovasi berbasis riset yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan efisiensi industri. Dua inovasi BRIN terbaru yang dihasilkan adalah tekstil antibakteri berbahan dasar jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan pelapis komposit nikel-kromium (Ni-Cr) untuk komponen boiler pembangkit listrik.
Inovasi tekstil antibakteri dikembangkan dengan memanfaatkan minyak atsiri jeruk nipis yang dikemas dalam teknologi mikrokapsul. Teknologi ini memungkinkan pelepasan senyawa antibakteri secara bertahap, sehingga meningkatkan ketahanan dan efektivitas fungsi antibakteri pada kain. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Tatang Wahyudi, menyatakan bahwa inovasi ini sangat relevan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan higienitas pasca pandemi.
“Minyak atsiri jeruk nipis menjadi alternatif agen antibakteri yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Tatang dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Tekstil fungsional ini berpotensi diaplikasikan pada berbagai produk, seperti pakaian medis, olahraga, militer, dan produk lain yang memerlukan sifat tambahan seperti kedap air, tahan api, serta perlindungan UV.
Sementara itu, BRIN juga mengembangkan pelapis komposit Ni-Cr menggunakan metode High Velocity Oxy-Fuel (HVOF). Pelapis ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan erosi pada komponen boiler pembangkit listrik tenaga uap, yang masih mengandalkan batu bara sebagai sumber energi utama. Peneliti Ahli Madya Erie Martides menjelaskan bahwa inovasi ini mampu memperpanjang usia pakai komponen, meningkatkan efisiensi pembangkit, serta mengurangi biaya perawatan.
Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN, Prof. Ratno Nuryadi, mengapresiasi kedua inovasi yang dipaparkan dalam webinar ORNAMAT ke-78. Ia menekankan pentingnya forum seperti ini sebagai wadah diseminasi riset dan kolaborasi lintas disiplin, baik di dalam maupun luar BRIN.
Kedua inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi tantangan kesehatan dan industri di Indonesia, sekaligus mendorong kemandirian teknologi nasional.***
Penulis : Atep K
Editor : Atep K


























