Insiden Sungai Mahakam, Kapal Feri Tenggelam: Terdengar Tangisan Pilu Pemilik Kendaraan

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTAI KARTANEGARA, Mevin.ID – Sebuah kapal feri yang mengangkut tiga unit kendaraan bermotor mengalami tenggelam di aliran sungai Mahakam, tepatnya di Desa Sirbaya, Sebulu, Kutai Kartanegara, Selasa (24/2/2026)..

Insiden bermula ketika lambung kapal mulai dimasuki air saat berada di tengah sungai.

Menurut keterangan Jumadil, seorang sumber di lokasi kejadian, situasi darurat terjadi dengan cepat.

“Dari tengah sungai sudah kemasukan air. Sempat meminta pertolongan dan ada dua feri lain yang membantu menggandeng di sisi kiri dan kanan, tetapi tidak berhasil karena air terus masuk,” ujar Jumadil.

Tenggelamnya kapal feri tersebut diduga akibat membawa muatan yang terlalu berat, sehingga tidak mampu bertahan ketika air mulai menggenangi lambung.

Ditambah dengan derasnya arus sungai, kapal tidak sempat mencapai dermaga tujuan di pelabuhan feri.

Dalam upaya penyelamatan darurat, nahkoda memutuskan untuk mengarahkan kapal ke bagian hilir guna menghindari tenggelam di tengah sungai.

“Karena situasi darurat dan arus cukup deras, kapal hanyut sekitar 100 meter lebih dari pelabuhan, tepatnya di lokasi pembangunan jembatan dekat area pemakaman. Akhirnya diarahkan ke tepi sungai supaya tidak tenggelam di tengah,” jelas Jumadil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tiga unit kendaraan yang diangkut seluruhnya ikut tenggelam.

Muatan tersebut terdiri dari satu unit truk tanpa muatan, satu unit mobil pikap bermuatan ayam, serta satu unit mobil pikap boks yang membawa sembako.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kapal dan kendaraan masih berlangsung dengan melibatkan alat berat milik perusahaan setempat. Namun, petugas mengalami kendala teknis di lapangan.

“Tali penarik beberapa kali putus saat proses pengangkatan dari dalam air,” ungkap seorang petugas di lokasi.

Pihak desa setempat belum dapat memastikan identitas pemilik kendaraan secara rinci, termasuk apakah mereka merupakan warga setempat atau berasal dari luar daerah.

Tangisan Pilu Pemilik Mobil 

Sementara itu salah satu pemilik mobil dengan nada pilu terdengar meratapi mobilnya saat tenggelam, yang terekam dalam video.

“Ya Allah…ya Allah…Gustiku mobilku tenggelam,” ucap pemilik mobil.

Mendengar pula suara tangisan yang diduga dari pemilik atau sopir mobil yang lain.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Jurnal Borneo

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar
Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis
Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi
Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra
Drainase Buruk, Hujan Deras Rendam Jalan Ciapus Tamansari: Akses Warga Calobak Terhambat

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:53 WIB

Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:06 WIB

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:40 WIB

Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:34 WIB

Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIB

Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi

Berita Terbaru